Deteksi Pembuluh Darah Vena Kini Lebih Mudah Lewat Inovasi BRIN

Depok, Stapo.id – Deteksi pembuluh darah vena kini menjadi lebih mudah berkat inovasi terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pusat Riset Elektronika (PRE) berhasil mengembangkan perangkat Vein Finder berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Alat ini membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi jalur vena pasien secara akurat dan efisien.
Rini Khamimatul Ula yang merupakan Peneliti Ahli Muda PRE BRIN memimpin pengembangan proyek tersebut. Ia bekerja sama dengan tim dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) serta Universitas Negeri Surabaya. Pengalaman pribadi Rini yang sulit menjalani prosedur medis memicu terciptanya alat canggih ini.
“Saya termasuk orang yang sulit ditemukan pembuluh darah venanya sehingga sering mengalami beberapa kali tusukan jarum saat di IGD. Dari pengalaman tersebut, saya berpikir untuk membuat alat bantu yang dapat mempermudah tenaga medis menentukan lokasi pembuluh darah vena,” ujar Rini pada Selasa (26/05) di Bandung sebagaimana dilansir dari situs resmi BRIN.
Keunggulan Deteksi Pembuluh Darah Vena Buatan Lokal
Rini merancang perangkat ini menggunakan kombinasi teknologi optik, pemrosesan citra, dan deep learning. Sistem canggih tersebut mengandalkan lampu LED inframerah dekat dengan panjang gelombang 850 nanometer. Kamera khusus serta algoritma Convolutional Neural Network (CNN) bekerja mengolah data secara tepat.
Cahaya inframerah dari LED akan terserap oleh hemoglobin di dalam darah pasien. Proses ini menghasilkan sedikit perubahan warna pada jalur vena yang terlihat oleh kamera NoIR. Raspberry Pi kemudian menerima data tersebut untuk memastikan posisi pembuluh darah yang tepat.
“Tangkapan gambar dengan kamera tersebut selanjutnya akan diproses dengan Raspberry Pi untuk memperoleh tangkapan gambar dari pembuluh darah vena yang dituju. Image tersebut akan diproses dengan algoritma AI tertentu untuk memastikan apakah pembuluh darah yang dibidik merupakan pembuluh darah vena yang bisa dikenai tindakan intravena,” imbuhnya.
Adaptasi Terhadap Karakteristik Kulit Masyarakat Indonesia
Alat deteksi pembuluh darah vena buatan BRIN ini menawarkan fitur yang lebih lengkap daripada perangkat sejenis. Sistem mampu memberikan informasi keputusan berupa “ya atau tidak” untuk tindakan intravena. Selain itu, prototipe ini juga dapat mengukur kedalaman serta lebar jalur vena pasien.
“Selain itu, prototype ini juga mampu menentukan kedalaman serta lebar pembuluh darah vena pasien. Nantinya mampu dikembangkan bukan hanya untuk menentukan titik pembuluh darah vena, namun dalam waktu yang bersamaan dapat diintegrasikan dengan alat penusuk jarum untuk tindakan intravena,” lanjut Rini.
Tim peneliti juga memikirkan aspek kepraktisan dengan membuat desain yang portabel dan harga terjangkau. Mereka mengoptimalkan algoritma agar sesuai dengan berbagai pigmen kulit masyarakat di Indonesia. Keunggulan ini sangat membantu tenaga medis dalam menangani pasien dengan latar belakang fisik beragam.
“Karakteristik kulit masyarakat Indonesia berbeda-beda. Karena itu kami mengembangkan sistem yang dapat bekerja pada berbagai pigmen kulit agar lebih sesuai untuk kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia,” pungkas Rini.
Saat ini inovasi tersebut telah mengantongi paten resmi dan hak cipta. Tim peneliti berharap alat ini segera masuk ke fasilitas kesehatan secara luas. Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi lokal mampu memberikan solusi medis yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: brin.go.id
