Kabar

Grup Musik Krakatau Pukau Panggung Jazz Goes to Campus

Ilustrasi Grup Musik Krakatau untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Grup Jazz Fusion Legendaris Kolaborasi Dengan Karimata (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Grup Musik Krakatau menghibur pencinta musik dalam acara Jazz Goes to Campus (JGTC) – The City Series. Mereka tampil memukau di Taman Ismail Marzuki pada hari Jumat (31/7). Pertunjukan ini membawa penonton bernostalgia lewat lagu-lagu legendaris yang mereka bawakan malam itu. Para penonton menikmati setiap alunan musik jazz yang mengalir indah sepanjang konser berlangsung.

Grup Musik Krakatau tampil dengan formasi andalan mereka yang luar biasa. Indra Lesmana memainkan keyboard, Dwiki Dharmawan mengiringi pada keyboard, dan Andre Dinuth memegang gitar. Selain itu, Barry Likumahuwa memainkan bass, Gilang Ramadhan menggebuk drum, dan Trie Utami memimpin sebagai vokalis utama. Mereka semua menyajikan harmoni musik jazz berkelas tinggi di atas panggung.

Nostalgia dan Kolaborasi Hebat Grup Musik Krakatau

Pertunjukan malam itu menjadi sangat istimewa dengan kehadiran bintang tamu spesial. Mereka berkolaborasi dengan musisi senior Candra Darusman dan Aminoto Kosin. Kolaborasi ini menghasilkan penampilan yang menakjubkan saat membawakan lagu hits “Gemilang”. Penonton memberikan apresiasi besar terhadap aksi panggung kolaboratif yang sangat memukau tersebut.

Mereka juga memainkan lagu instrumental ikonik seperti “Passport” dan lagu hits milik Karimata berjudul “Relief”. Kehadiran instrumental bertajuk “Hawai” semakin menambah variasi aransemen musik yang indah malam itu. Lagu lawas populer seperti “Ironis”, “Imaji”, “Kau Datang”, dan “La Samba Primadona” turut mengalun manis menghibur pemirsa.

Kolaborasi megah antara Krakatau dan Karimata mengakhiri konser luar biasa ini dengan sangat manis. Mereka membawakan lagu legendaris berjudul “Di Sekitar Kita” sebagai penutup perjumpaan malam itu. Seluruh penonton serentak berdiri memberikan tepuk tangan meriah untuk menghargai penampilan luar biasa tersebut.

Kilas Balik Perjalanan Sejak Tahun 1985

Konser ini juga menjadi momen kilas balik perjalanan karier musik panjang mereka. Seluruh personel mengenang masa-masa awal saat band terbentuk pada akhir tahun 1985 silam. Saat itu, mereka masih sangat muda dan penuh dengan ambisi besar dalam bermusik. Kenangan indah ini mengalir hangat di sela-sela penampilan panggung mereka.

Vokalis Trie Utami menceritakan kesan pertama saat bertemu Dwiki Dharmawan dalam proses audisi dahulu. Ia sangat terkesan dengan keberanian Dwiki yang datang jauh-jauh dari Bandung untuk bergabung dengan grup. “Yang pasti, dulu waktu kita audisi, dia datang dari Bandung menyetir Mitsubishi Galant sendirian,” kenang Trie Utami. Ia menambahkan, “Wah, punya nyali dia datang.”

Indra Lesmana juga membagikan kisah seru masa muda mereka pada akhir tahun 1985. Mereka berkumpul setiap hari hanya untuk melakukan eksperimen dengan menciptakan lagu-lagu baru tanpa beban popularitas. “Saat itu mungkin karena usia kita lagi asyik-asyiknya, lagi seru-serunya main musik. Sekarang juga masih seru sih,” ujar Indra Lesmana. Ia melanjutkan, “Cuma waktu itu tidak berpikir macam-macam, tidak ada beban.”

Semangat kebersamaan yang tulus membuat mereka tetap konsisten berkarya selama puluhan tahun di industri musik Indonesia. Meskipun kini masyarakat menganggap mereka sebagai legenda, kesederhanaan bermusik bersama tetap menjadi tujuan utama mereka. Konser ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi menghasilkan karya abadi yang selalu memikat hati lintas generasi.