Gas Natuna Mulai Dialirkan ke Batam, Alokasi Ekspor ke Singapura Beralih untuk Listrik Domestik

Depok, Stapo.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi mengalirkan gas bumi dari wilayah Natuna ke Batam melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping pada Selasa (27/10/2026). Pasokan yang sebelumnya dialokasikan untuk ekspor ke Singapura tersebut kini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik di Batam, Kepulauan Riau.
Berdasarkan keterangan resmi PLN EPI, aliran gas dimulai pukul 00.25 WIB dan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD) menuju Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB. Pengalihan ini merupakan tindak lanjut penugasan pemerintah untuk memperkuat pemanfaatan gas bumi bagi kebutuhan dalam negeri.
Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pengurangan alokasi ekspor gas ke Singapura sebesar 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD). Jumlah tersebut terdiri atas 15 BBTUD dari wilayah Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra.
Gas dari Natuna dialihkan kepada PLN Batam melalui jalur WNTS-Pemping. Sementara itu, gas dari Sumatra diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan di Batam, Bintan, dan Sumatra melalui jaringan pipa Transportasi Gas Indonesia. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keandalan pasokan energi domestik seiring meningkatnya kebutuhan listrik.
Infrastruktur untuk Ketahanan Energi Jangka Panjang
Pipa WNTS-Pemping memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer, diameter 16 inci, dan kapasitas desain hingga 300 MMSCFD. Infrastruktur ini menghubungkan jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas di Pulau Pemping, sehingga membuka akses penyaluran gas Natuna ke pasar domestik.
Dalam jangka pendek, pasokan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.
Ke depan, jalur ini juga disiapkan untuk mendukung pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Berdasarkan perjanjian jual beli gas yang ditandatangani pada Juli 2025, pasokan dari lapangan tersebut direncanakan mulai mengalir pada 2027 sebesar 111 MMSCFD selama delapan tahun.
Pengoperasian jalur WNTS-Pemping menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap biaya pembangkitan listrik dan tarif listrik akan bergantung pada kesinambungan pasokan, harga gas, serta kebutuhan operasional pembangkit.
