Chery Freelander 8 Mulai Dipesan, SUV Premium EREV Bawa Teknologi 800V

Sumber Gambar: Carnewschina
Depok, Stapo.id – Merek Freelander yang kembali hadir melalui kolaborasi Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) mulai memasuki tahap komersialisasi dengan membuka pra-pemesanan SUV terbarunya, Freelander 8, di China. Model ini menjadi produk pertama dari merek Freelander setelah dihidupkan kembali melalui kerja sama kedua perusahaan dan mengusung teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV).
Pra-pemesanan Freelander 8 resmi dibuka pada Agustus 2026 dengan harga awal 339.900 yuan atau sekitar Rp800 jutaan jika dikonversikan secara kasar. Berdasarkan laporan detikOto, versi enam kursi ditawarkan mulai 349.900 yuan, sementara varian yang lebih tinggi dapat mencapai 429.900 yuan. Harga tersebut merupakan harga pasar China dan belum dapat dijadikan patokan apabila kendaraan ini nantinya dipasarkan di Indonesia.
Freelander 8 menarik perhatian karena tidak menggunakan konfigurasi mobil listrik murni. Kendaraan ini mengadopsi sistem EREV yang memadukan motor listrik sebagai penggerak utama dengan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator atau range extender. Pendekatan tersebut memungkinkan mobil tetap memberikan karakter berkendara seperti kendaraan listrik, tetapi memiliki fleksibilitas perjalanan lebih jauh karena mesin dapat memasok energi ketika baterai membutuhkan tambahan daya.
Menurut laporan detikOto, Freelander 8 menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang menghasilkan tenaga 154 daya kuda dan baterai NMC berkapasitas 60,331 kWh. Dalam mode listrik murni, kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 221 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Sistem elektrifikasinya juga didukung arsitektur kelistrikan 800 volt. Teknologi ini memungkinkan kemampuan pengisian daya berkecepatan tinggi sekaligus membantu meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan kendaraan. Bagi pengguna, kehadiran sistem tersebut menjadi penting karena salah satu tantangan kendaraan listrik berkapasitas baterai besar adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengisi energi.
Di atas kertas, Freelander 8 juga memiliki performa yang cukup agresif. Berdasarkan laporan mengenai spesifikasi model ini, konfigurasi penggeraknya dapat menghasilkan tenaga gabungan hingga sekitar 818 hp pada varian tertentu. Namun, angka tersebut perlu dilihat berdasarkan varian karena tidak seluruh konfigurasi Freelander 8 memiliki spesifikasi tenaga yang sama.
Dari sisi desain, Freelander 8 membawa gaya SUV besar dengan bodi mengotak, kap mesin tinggi, serta garis desain yang tegas. Karakter tersebut berbeda dari sejumlah SUV listrik modern yang cenderung menggunakan bentuk aerodinamis dan membulat. Pendekatan desain Freelander justru mempertahankan kesan tangguh yang menjadi bagian dari identitas nama Freelander.
Dimensi kabin menjadi salah satu fokus pengembangan. Freelander 8 tersedia dengan konfigurasi lima maupun enam tempat duduk sehingga dapat menyasar konsumen keluarga yang membutuhkan ruang interior besar. Untuk versi enam penumpang, konfigurasi kursi dibuat dengan format tiga baris yang mengutamakan kenyamanan penumpang.
Interiornya menggabungkan nuansa premium dengan teknologi digital. Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah layar panorama berukuran 46,3 inci dengan resolusi 8K. Sistem hiburan dan komputasi kendaraan juga menggunakan perangkat keras Qualcomm Snapdragon 8397, menunjukkan bahwa Freelander 8 dikembangkan sebagai kendaraan yang tidak hanya mengandalkan elektrifikasi tetapi juga kemampuan komputasi.
Laporan Telset menyebut Freelander 8 menggunakan baterai CATL berkapasitas 60,331 kWh dan mampu menempuh sekitar 221 kilometer menggunakan tenaga listrik berdasarkan standar WLTC. Model ini juga mengadopsi arsitektur 800 volt dan mulai diperkenalkan kepada publik melalui rangkaian roadshow di China sebelum memasuki tahap penjualan.
Kehadiran Freelander 8 sekaligus menjadi babak baru hubungan Chery dan Jaguar Land Rover. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi Chery untuk memanfaatkan kemampuan pengembangan kendaraan listrik dan teknologi manufakturnya, sementara nama Freelander mendapatkan kembali tempatnya di pasar melalui pendekatan kendaraan elektrifikasi generasi baru.
Strategi tersebut menarik karena JLR selama ini dikenal melalui merek-merek premium seperti Range Rover, Defender, Discovery, dan Jaguar. Freelander 8 justru hadir dengan pendekatan berbeda, yakni memanfaatkan teknologi elektrifikasi yang berkembang pesat di China untuk menghidupkan kembali sebuah nama yang pernah dikenal sebagai SUV kompak Land Rover.
Bagi industri otomotif, Freelander 8 memperlihatkan semakin kaburnya batas antara kendaraan listrik murni, hybrid, dan kendaraan extended-range. Sistem EREV menawarkan solusi bagi konsumen yang menginginkan sensasi berkendara listrik tetapi masih memiliki kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Meski demikian, Freelander 8 saat ini baru memasuki tahap pra-pemesanan di China. Belum ada informasi resmi bahwa model tersebut akan dipasarkan di Indonesia, termasuk mengenai harga, spesifikasi untuk pasar Indonesia, maupun jadwal distribusinya. Karena itu, angka harga dan spesifikasi yang beredar saat ini sebaiknya dipahami sebagai informasi untuk pasar China.
Jika suatu saat masuk ke Indonesia, Freelander 8 akan menghadapi persaingan yang semakin ramai di segmen SUV elektrifikasi berukuran besar. Kombinasi EREV, baterai lebih dari 60 kWh, arsitektur 800 volt, kabin tiga baris, serta teknologi digital berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mencari kendaraan premium dengan fleksibilitas lebih tinggi dibanding mobil listrik murni.

