BYD Siapkan “Great Seagull” di China, Bodi Membesar dan Tenaga Naik Signifikan

Depok, Stapo.id – BYD kembali menyiapkan produk baru untuk pasar kendaraan listrik China melalui Great Seagull, hatchback listrik yang disebut akan menjadi model baru di antara Seagull dan Dolphin. Mobil ini menarik perhatian karena bukan sekadar penyegaran desain, tetapi membawa perubahan cukup besar pada dimensi, performa, serta teknologi dibandingkan Seagull yang selama ini dikenal sebagai mobil listrik mungil BYD.
Kabar mengenai Great Seagull menguat setelah dokumen regulasi kendaraan China yang diterbitkan Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) memperlihatkan spesifikasi model tersebut. Berdasarkan dokumen tersebut, mobil memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm dan wheelbase 2.650 mm. Dibandingkan Seagull generasi sebelumnya, panjangnya bertambah sekitar 425 mm dan jarak sumbu rodanya meningkat 150 mm.
Perubahan ukuran tersebut membuat Great Seagull semakin mendekati dimensi BYD Dolphin. Model baru ini bahkan disebut berada di antara Seagull dan Dolphin dalam jajaran produk BYD, sehingga secara positioning tidak lagi sekadar menjadi city car listrik berukuran sangat kecil.
Bukan Sekadar Facelift
Sebelumnya, sejumlah pemberitaan otomotif Indonesia menyebut kendaraan yang muncul dalam dokumen China tersebut sebagai calon BYD Seagull generasi baru atau Atto 1 facelift. Namun, perkembangan terbaru memberikan gambaran berbeda.
General Manager BYD Ocean Series Sales, Zhang Zhuo, menyebut model tersebut akan diperkenalkan di China dengan nama Great Seagull atau Da Haiou. Informasi itu disampaikan dalam Chengdu Auto Show 2026 dan dilaporkan CarNewsChina pada 24 Agustus 2026. BYD menargetkan peluncurannya di pasar China pada tahun ini.
Dengan demikian, penting membedakan antara Seagull 2026 yang sudah diluncurkan dan Great Seagull yang merupakan model lebih besar dan akan menyusul.
Seagull versi 2026 sendiri telah diluncurkan di China pada Mei dengan sejumlah pembaruan, termasuk opsi sistem bantuan pengemudi dengan LiDAR. Harga awalnya berada di 69.900 yuan, sedangkan varian dengan sistem bantuan pengemudi God’s Eye B memiliki harga lebih tinggi.
Great Seagull merupakan produk berbeda yang dimensinya jauh lebih besar.
Motor Listrik 95 kW
Dari sisi performa, Great Seagull juga mengalami peningkatan dibandingkan Seagull saat ini.
Dokumen MIIT menunjukkan penggunaan motor listrik dengan tenaga maksimum 95 kW, atau sekitar 129 PS. Kecepatan maksimumnya tercatat 150 km/jam. Sebagai pembanding, Seagull generasi sebelumnya menggunakan motor dengan tenaga sekitar 55 kW.
Peningkatan tenaga tersebut menunjukkan bahwa BYD tidak hanya memperbesar bodi, tetapi juga meningkatkan kemampuan performa kendaraan.
Mobil menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dipasok oleh FinDreams, perusahaan yang berada dalam ekosistem BYD. Namun, kapasitas baterai dan angka jarak tempuh resmi Great Seagull belum diungkapkan secara lengkap dalam dokumen regulasi yang tersedia.
Karena itu, klaim mengenai jarak tempuh yang beredar sebelumnya perlu dibedakan antara spesifikasi Seagull 2026 yang sudah dijual dan Great Seagull yang belum resmi dipasarkan.
Kabin Berpotensi Lebih Lega
Pertambahan dimensi menjadi salah satu perubahan paling penting.
Wheelbase Great Seagull mencapai 2.650 mm, atau bertambah 150 mm dibandingkan Seagull sebelumnya. Dengan panjang 4.205 mm, mobil ini bahkan hanya sekitar 85 mm lebih pendek dibandingkan BYD Dolphin yang memiliki panjang sekitar 4,29 meter.
Perubahan tersebut berpotensi memberikan ruang kabin dan bagasi yang lebih baik.
BYD tampaknya ingin membuat produk yang berada di kelas city car tetapi memiliki kepraktisan lebih dekat dengan hatchback kompak. Strategi ini masuk akal karena konsumen China semakin memiliki banyak pilihan mobil listrik kecil dengan ruang kabin yang relatif luas.
Salah satu pesaing yang menjadi perhatian adalah Geely Xingyuan, yang di sejumlah pasar ekspor dikenal dengan nama EX2. Great Seagull diposisikan untuk berhadapan dengan model-model seperti Xingyuan dan GAC Aion UT.
Teknologi LiDAR Mulai Masuk ke Mobil Murah
Elektrifikasi bukan satu-satunya perkembangan menarik pada keluarga Seagull.
BYD pada Seagull 2026 telah menawarkan sistem bantuan pengemudi God’s Eye B yang menggunakan LiDAR. Teknologi ini sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kendaraan dengan harga jauh lebih tinggi.
CnEVPost mencatat varian Seagull yang diajukan dalam dokumen MIIT juga memperlihatkan konfigurasi sensor yang lebih lengkap pada varian tertentu, termasuk LiDAR, radar depan, radar belakang dan radar samping. Hal tersebut mengindikasikan kemungkinan hadirnya sistem bantuan pengemudi yang lebih canggih pada varian tertentu.
Fenomena tersebut menarik karena BYD membawa teknologi yang sebelumnya identik dengan kendaraan premium ke segmen mobil listrik berharga relatif terjangkau.
Interior Ikut Berubah
Selain dimensi dan teknologi, interior Great Seagull juga mulai terungkap melalui foto-foto kendaraan uji yang beredar di China.
CarNewsChina melaporkan bahwa interior model baru tersebut menggunakan desain konsol tengah yang lebih besar dan satu layar infotainment utama di tengah. Foto yang beredar juga menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan kabin Seagull sebelumnya.
Namun, karena mobil belum resmi diluncurkan, fitur interior final, ukuran layar, sistem hiburan, material serta konfigurasi keseluruhan masih perlu menunggu pengumuman resmi BYD.
Apakah Ini Atto 1 Baru?
Pertanyaan tersebut cukup relevan bagi pasar Indonesia.
Seagull memang memiliki beberapa nama berbeda di pasar internasional. Model ini dikenal sebagai Dolphin Mini di sejumlah negara Amerika Latin, Dolphin Surf di Eropa, dan Atto 1 di beberapa pasar Asia-Pasifik.
Atto 1 sendiri sudah diperkenalkan di Thailand pada 2026 sebagai versi ekspor Seagull. Model tersebut menjadi salah satu EV paling terjangkau di pasar Thailand dengan harga mulai 429.900 baht.
Namun, Great Seagull belum otomatis berarti akan menggunakan nama Atto 1 di luar China. Nama dan spesifikasi untuk pasar ekspor masih bergantung pada strategi BYD.
Hal ini juga berarti belum tepat menyebut Great Seagull sebagai Atto 1 facelift untuk Indonesia sebelum BYD memberikan konfirmasi resmi.
Strategi BYD Hadapi Persaingan EV Murah
Kemunculan Great Seagull memperlihatkan bagaimana persaingan kendaraan listrik China semakin berkembang.
Mobil listrik murah tidak lagi hanya menawarkan baterai dan motor listrik. Produsen mulai berlomba menghadirkan ruang kabin lebih besar, performa lebih tinggi, layar digital, konektivitas dan sistem bantuan pengemudi yang semakin canggih.
BYD sendiri menghadapi persaingan yang semakin ketat di segmen ini. Seagull merupakan salah satu model terlaris BYD, tetapi kompetitor seperti Geely Xingyuan berkembang sangat cepat. CnEVPost mencatat Seagull membukukan penjualan 529.537 unit sepanjang 2025 di China.
Karena itu, memperbesar Seagull dapat dilihat sebagai upaya BYD mempertahankan daya saing dengan memberikan produk yang lebih luas kemampuannya tanpa meninggalkan positioning sebagai kendaraan listrik yang relatif terjangkau.
Bagi pasar Indonesia, Great Seagull juga menarik untuk diamati. Jika suatu saat masuk ke Tanah Air dengan nama dan spesifikasi yang sesuai, mobil ini berpotensi mengisi ceruk antara city car listrik dan hatchback listrik kompak.
Namun untuk saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai peluncuran Great Seagull di Indonesia. Informasi yang tersedia masih berkaitan dengan pengembangan dan persiapan peluncurannya di China.

