15 Tahun Sukses Kelola Tokio Go, Tokio Sentral Asia Kenalkan Lini Ayam Krispi Praktis

Depok, Stapo.id – Industri makanan dan minuman nasional terus menunjukkan dinamika pertumbuhan yang sangat positif. PT Tokio Sentral Asia memanfaatkan momentum ini dengan mengikuti pameran Franchise & License Expo Indonesia 2026 di NICE PIK 2. Kehadiran perusahaan bertujuan memperkenalkan lini bisnis unggulan kepada para calon mitra bisnis.
Langkah Strategis Tokio Sentral Asia di Pasar Waralaba
Perusahaan yang beroperasi sejak tahun 2010 ini membawa pengalaman belasan tahun dalam mengelola kemitraan. Jaringan gerai mereka kini merambah berbagai pusat perbelanjaan bergengsi di Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Desi selaku perwakilan perusahaan membagikan catatan perjalanan bisnis tersebut secara langsung.
“Iya, kita sudah 15 tahun franchise,” ujar Desi saat memberi keterangan pada ajang pameran. Rekam jejak panjang tersebut membuktikan ketahanan model bisnis mereka di tengah persaingan pasar yang ketat. Manajemen kini terus memperluas jangkauan pasar dengan membidik segmen konsumen baru.
Opsi Investasi Mandiri Lewat Paket Takashirame
PT Tokio Sentral Asia membagi skema investasi jenama Tokio Go ke dalam dua kategori paket berdasarkan keterlibatan operasional mitra di lapangan. Pilihan pertama adalah Paket Mandiri Takashirame yang ditawarkan dengan nilai investasi mulai dari Rp 35 juta hingga Rp 75 juta.
Dengan paket ini, mitra mendapatkan fasilitas gerai fisik berupa Japan Authentic Booth berukuran 1,5 meter x 1 meter. Fasilitas operasional siap dagang yang disertakan meliputi kompor takoyaki, kompor okonomiyaki, tabung gas 3 kg, kulkas 1 pintu, perlengkapan toko, dua set seragam karyawan, hingga banner promosi [image_bjzdBq.png]. Manajemen pusat juga memberikan modal awal berupa bahan baku untuk 50 porsi takoyaki dan 25 porsi okonomiyaki, lengkap dengan program pelatihan gratis selama 7 hari bagi wilayah Jabodetabek.
Skema Passive Income Melalui Paket Takashihappy
Inovasi Produk Baru Menjawab Dinamika Pasar
Selain mengandalkan jenama mapan seperti Aroma Akasia, perusahaan juga meluncurkan konsep sajian kuliner baru. Langkah inovatif ini hadir melalui pengembangan menu olahan daging ayam berkualitas. Manajemen optimis varian ini mampu memperkaya portofolio bisnis kemitraan perusahaan secara berkelanjutan.
“Kita juga baru buka lagi cabang untuk ayamnya. Kita bikin baru lagi. Namanya Ayam Akasia,” jelas Desi. Kehadiran unit usaha ini menawarkan alternatif kemitraan menarik bagi pelaku usaha pemula. Manajemen PT Tokio Sentral Asia merancang konsep ini agar mampu bersaing secara kompetitif.
Spesifikasi Restoran dan Skema Investasi Autopilot I’am Story
PT Tokio Sentral Asia memproyeksikan brand I’am Story Fried Chicken sebagai lini bisnis olahan ayam krispi modern yang menawarkan kenyamanan optimal bagi pelanggan. Perusahaan memperkenalkan konsep gerai fisik (dine-in) berdesain modern dengan ukuran ideal 4,5 meter x 15 meter. Layout area gerai dirancang secara efisien untuk memaksimalkan fungsi ruang harian, mencakup dapur produksi, area konter pemesanan, toilet publik, hingga ruang makan berkapasitas sekitar 20 hingga 30 kursi.
Untuk mewujudkan operasional restoran fisik berskala besar tersebut, manajemen menawarkan paket investasi awal Autopilot dengan total nilai modal sebesar Rp 500 juta. Anggaran tersebut mencakup alokasi biaya pembangunan fisik dan tata interior sebesar Rp 250 juta, peralatan dan perlengkapan dapur lengkap senilai Rp 120 juta, perlengkapan operasional harian Rp 50 juta, media branding & signage Rp 30 juta, serta alokasi modal awal operasional gerai sebesar Rp 50 juta.
Keberhasilan mempertahankan eksistensi selama 15 tahun menjadi bukti keunggulan adaptasi Tokio Sentral Asia. Inovasi konsisten seperti peluncuran jenama baru menunjukkan ketajaman membaca kebutuhan pasar kuliner. Langkah ekspansi ini membuka peluang kolaborasi yang sangat menjanjikan bagi calon pengusaha waralaba.
