Tech

Platform Minat Kerja Gapless Bantu Mahasiswa Petakan Skill dan Arah Karier

Kompas dan diagram pemetaan karier di atas meja kayu

Sumber Gambar: Halaman Utama Gapless

Depok, Stapo.id – Menentukan arah karier sejak kuliah bukan perkara mudah, terutama bagi mahasiswa jurusan yang mempelajari beragam bidang sekaligus. Mahasiswa Bisnis Digital, misalnya, dapat mempelajari analisis data, desain, pemrograman, hingga strategi bisnis. Banyaknya pilihan tersebut justru bisa membuat mahasiswa kesulitan menentukan keahlian yang ingin ditekuni.

Persoalan ini menjadi latar belakang pengembangan Gapless, platform digital yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali potensi diri, menentukan jalur karier, dan menyusun proses belajar secara lebih terarah. Tia, founder Gapless, menjelaskan bahwa platform ini ingin memberikan akses pengembangan keterampilan yang lebih inklusif bagi mahasiswa.

“Kita ingin membantu mahasiswa biar belajar secara inklusif. Jadi, mereka enggak perlu bayar mahal, tapi mereka bisa belajar secara gratis,” ujar Tia.

Bukan Sekadar Mencari Lowongan Kerja

Berbeda dari platform pencari kerja konvensional yang berfokus pada informasi lowongan, Gapless berupaya membantu pengguna mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia profesional. Melalui situs prototipenya, Gapless menawarkan asesmen untuk membantu pengguna menemukan kemungkinan jalur karier yang sesuai dengan minatnya.

Situs tersebut menggunakan pendekatan RIASEC, model yang mengelompokkan minat kerja ke dalam enam tipe, yakni Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional. Pengguna juga dapat memetakan keterampilan yang telah dimiliki dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk peran pekerjaan tertentu.

Menurut Tia, Gapless turut mengkurasi sumber pembelajaran eksternal, termasuk materi dari Coursera dan YouTube. Pendekatan ini diharapkan membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan secara terstruktur tanpa harus selalu mengikuti program bootcamp berbiaya tinggi.

Mengukur Kesiapan dan Mengembangkan Soft Skill

Pengembangan kemampuan teknis bukan satu-satunya fokus Gapless. Platform ini juga dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali aspek soft skill yang masih perlu ditingkatkan melalui situational judgement test atau asesmen berbasis situasi.

Hasil asesmen tersebut kemudian diarahkan menjadi rekomendasi kegiatan pengembangan diri, seperti mengikuti kompetisi, bergabung dengan organisasi, dan menjalani aktivitas lain yang dapat melatih kemampuan interpersonal maupun pengambilan keputusan.

Gapless juga mengembangkan konsep skill readiness, yaitu indikator kesiapan keterampilan pengguna yang diharapkan meningkat seiring proses belajar dan kegiatan pengembangan diri. Ke depannya, Tia menyebut mahasiswa dengan tingkat kesiapan tinggi, sekitar 90 hingga 100 persen, berpotensi direkomendasikan kepada industri untuk masuk ke dalam talent pool perusahaan.

Rencana tersebut menunjukkan ambisi Gapless untuk menjembatani proses belajar di kampus dengan kebutuhan perekrutan tenaga kerja. Meski demikian, efektivitas asesmen, validasi keterampilan, serta implementasi penyaluran talenta masih menjadi aspek yang perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat terukur.

Gapless dapat Anda gunakan di situs www.gapless.id

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.