Tech

5 Tanda HP Mungkin Disadap, Benarkah Baterai Boros dan Kuota Cepat Habis Jadi Indikasi?

Ilustrasi ponsel pintar dengan ikon keamanan siber dan pengaturan privasi digital.

Baterai cepat habis, kuota internet terkuras, hingga muncul aplikasi asing kerap disebut sebagai tanda ponsel disadap. Namun, tidak semua gejala tersebut membuktikan adanya penyusupan. Berikut cara mengenali indikasi spyware dan memeriksa keamanan perangkat.

Depok, Stapo.id – Aktivitas ponsel yang mendadak berubah bisa membuat penggunanya khawatir. Baterai lebih cepat habis, perangkat terasa panas, atau kuota internet tiba-tiba terkuras sering dikaitkan dengan penyadapan. Gejala tersebut memang dapat muncul ketika perangkat menjalankan aplikasi berbahaya seperti spyware, tetapi tidak bisa dijadikan bukti tunggal bahwa ponsel sedang dimata-matai.

Pusat Keamanan Siber Kanada menjelaskan bahwa penurunan daya baterai, perangkat lebih panas, dan performa yang memburuk dapat menjadi indikasi perangkat diretas. Namun, gangguan teknis biasa juga dapat menimbulkan gejala serupa. Karena itu, pengguna perlu memeriksa sumber masalahnya sebelum menyimpulkan terjadi penyadapan.

Lima Tanda yang Perlu Diwaspadai

Pertama, baterai cepat habis dan ponsel panas saat tidak digunakan. Spyware tertentu dapat berjalan di latar belakang untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi. Meski demikian, kondisi baterai yang menua atau aplikasi biasa yang boros daya juga bisa menjadi penyebabnya.

Kedua, penggunaan kuota internet meningkat tanpa alasan jelas. Aktivitas pengiriman data oleh aplikasi mencurigakan dapat menghabiskan kuota. Periksa statistik penggunaan data untuk mengetahui aplikasi yang paling banyak mengonsumsi internet.

Ketiga, muncul aplikasi yang tidak dikenal. Aplikasi asing, terutama yang meminta akses SMS, lokasi, kamera, mikrofon, atau kontak tanpa alasan yang relevan, patut diperiksa.

Keempat, indikator kamera atau mikrofon aktif secara tidak wajar. Android dan iPhone memiliki indikator privasi ketika kamera atau mikrofon digunakan. Jika indikator muncul tanpa aktivitas yang diketahui, periksa aplikasi yang sedang mengaksesnya. Namun, indikator tersebut bukan bukti otomatis bahwa perangkat telah diretas.

Kelima, aktivitas akun yang tidak dikenali. Contohnya notifikasi masuk dari perangkat asing, pesan terkirim tanpa sepengetahuan pemilik, atau perubahan kata sandi yang tidak dilakukan sendiri.

Cara Memeriksa dan Mengamankan Ponsel

Pengguna Android dapat membuka Google Play Store, memilih profil, lalu masuk ke Play Protect untuk menjalankan pemindaian aplikasi. Periksa juga daftar aplikasi, izin akses, penggunaan baterai, dan konsumsi data.

Pada iPhone, periksa aplikasi yang terpasang, izin di menu Privasi & Keamanan, serta gunakan fitur Safety Check jika tersedia. Perbarui sistem operasi dan hindari memasang aplikasi dari sumber tidak tepercaya.

Jika menemukan aktivitas mencurigakan, amankan akun penting menggunakan perangkat lain yang tepercaya dan aktifkan autentikasi dua faktor. Jangan langsung melakukan reset pabrik apabila ada dugaan seseorang yang dikenal memasang aplikasi pemantau, terutama jika tindakan tersebut berpotensi memicu risiko keselamatan. Cari bantuan dari perangkat yang aman terlebih dahulu.

Benarkah Kode *#21# Bisa Mendeteksi Penyadapan?

Kode *#21# dan ##002# kerap dibagikan sebagai cara mengecek ponsel disadap. Padahal, kode tersebut berkaitan dengan pengaturan pengalihan panggilan, bukan alat pendeteksi spyware. Status pengalihan panggilan yang aktif tidak otomatis berarti seseorang sedang menyadap ponsel.

Dengan demikian, tanda paling penting bukan satu gejala tertentu, melainkan kombinasi aktivitas tidak wajar yang dapat ditelusuri melalui pengaturan perangkat dan akun. Pemeriksaan keamanan secara berkala jauh lebih berguna daripada langsung mempercayai daftar tanda penyadapan yang beredar.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.