Siasat Kebun Raya Bogor Bumikan Edukasi Lingkungan Lewat Workshop Ecoprint di Halal Indo Expo 2026

Sumber Gambar: Modal Rp 50 Ribu di Halal Indo Expo, Pengunjung Bisa Bawa Pulang Kain Ecoprint dan Oshibana Buatan Sendiri (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Kebun Raya Bogor menyemarakkan gelaran Halal Indo Expo 2026 di ICE BSD pada 24 hingga 27 September 2026. Tim konservasi tumbuhan ini membawa nuansa hijau melalui aneka kegiatan ramah lingkungan. Didirikan sejak 11 April 1852, Stan pameran tersebut mengajak para pengunjung untuk mengeksplorasi seni olah dedaunan secara langsung melalui workshop ecoprint.
Lembaga botani bersejarah ini menyajikan program kreatif yang memadukan keindahan alam dengan kreasi tekstil. Pengunjung dapat belajar mencetak motif alami daun ke atas sehelai kain putih. Stan ini menyediakan beragam dedaunan dari koleksi tanaman mereka guna menghasilkan aneka pola yang menarik.
Ragam Dedaunan Unik dalam Workshop Ecoprintdan Oshibana
Pihak pengelola memilih berbagai dedaunan khusus untuk mempercantik hasil cetakan para peserta. Mereka mengumpulkan dedaunan yang memiliki pigmen warna serta bentuk tulang daun yang khas. “Ada macam-macam ini ya. Ada daun pepaya, daun kersen, sirih pakis, daun jati, lombok, pepaya jepang, bugenvil, hingga daun cemara,” ujar perwakilan Kebun Raya Bogor saat memberikan penjelasan di lokasi acara.
Para peminat cukup merogoh kocek sebesar Rp 50 ribu untuk mengikuti sesi praktik tersebut. Biaya terjangkau ini sudah mencakup bahan serta pendampingan langsung dari tim berpengalaman. Selain teknik cetak daun, mereka juga memperkenalkan seni merangkai bunga kering atau oshibana kepada publik.
Selain Ecoprint dan Oshibana, Kebun Raya Bogor juga menyediakan Workshop Kokedama, Kokedama Karakter, Kokedama Nepenthes, Propagasi Nepenthes, Dry Terrarium, Wet Terrarium, Vaskuarium Hidrogel, Rahasia Hijau, Tabulampot, Strawberry dengan variasi biaya workshop mulai dari Rp 70 rb hingga Rp 180 RB per sekali sesi.
Edukasi Lingkungan dan Koleksi Suvenir
Kain hasil olahan memiliki daya tahan warna yang sangat baik karena melewati pemrosesan khusus. “Warnanya alami, tidak gampang hilang jika hilang karena sering dicuci” ungkap narasumber mengenai ketahanan motif kain tersebut. Saat tim penanya menanyakan tujuan utama program, pihak stan menegaskan fokus pembelajaran masyarakat luas. “Edukasi saja,” singkatnya menjelaskan misi di balik pelatihan tersebut.
Stan edukasi ini juga menjajakan produk wewangian alami sebagai cendera mata bagi pengunjung stan. Mereka menawarkan produk diffuser ukuran 100 ml seharga 79 ribu rupiah. Tim stan juga menyediakan semprotan kain ukuran 60 ml dan 250 ml untuk menjaga kesegaran pakaian harian.
Partisipasi dalam pameran membuktikan peran aktif lembaga botani dalam menyebarkan kesadaran lingkungan lewat cara kreatif. Kegiatan workshop ecoprint ini memberi peluang usaha hijau bagi masyarakat perkotaan. Pendekatan aplikatif semacam ini sukses menjembatani pelestarian keanekaragaman hayati dengan produk kriya bernilai ekonomi tinggi.
