Siapa Giuseppe Garibaldi, Tokoh Pemersatu Italia yang Namanya Jadi Kapal Induk RI

Sumber Gambar: Wikipedia
Depok, Stapo.id – Nama Giuseppe Garibaldi kini kembali menjadi perhatian di Indonesia setelah kapal induk Italia ITS Giuseppe Garibaldi resmi dialihkan kepada Indonesia melalui skema hibah antarpemerintah. Kapal yang sebelumnya digunakan Angkatan Laut Italia tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 18 September 2026 setelah menempuh perjalanan dari Italia. Beberapa hari kemudian, pada 24 September 2026, kapal tersebut resmi berganti bendera menjadi Merah Putih dan menyandang nama KRI Sriwijaya-100.
Proses penerimaan kapal ini bermula dari kesepakatan hibah antara pemerintah Italia dan Indonesia. Pada Juli 2026, Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah kapal tersebut dengan nilai tercatat sekitar 54 juta euro. Pemerintah Indonesia tetap perlu menyiapkan anggaran untuk proses retrofit dan penyesuaian kapal dengan kebutuhan operasi TNI AL.
Giuseppe Garibaldi bukan nama yang dipilih secara kebetulan. Nama tersebut merujuk kepada Giuseppe Garibaldi (1807-1882), salah satu tokoh penting dalam gerakan Risorgimento, yaitu proses politik dan militer yang mengantarkan berbagai negara dan wilayah di Semenanjung Italia menuju penyatuan menjadi satu negara.
Siapa Giuseppe Garibaldi?
Garibaldi lahir di Nice pada 4 Juli 1807, ketika wilayah tersebut masih berada dalam Kekaisaran Prancis. Ia berasal dari keluarga yang dekat dengan kehidupan laut dan sejak muda menjalani profesi sebagai pelaut. Pengalamannya di laut kemudian membawanya berkeliling berbagai wilayah, termasuk Amerika Selatan.
Namanya mulai menonjol dalam perjuangan politik Italia setelah bergabung dengan gerakan yang dipengaruhi gagasan nasionalisme Giuseppe Mazzini. Garibaldi kemudian menjadi salah satu pemimpin militer paling terkenal dalam perjuangan penyatuan Italia.
Peristiwa yang paling melekat dengan namanya adalah Ekspedisi Seribu atau Spedizione dei Mille pada 1860. Bersama sekitar seribu sukarelawan yang dikenal sebagai Redshirts, Garibaldi berlayar menuju Sisilia dan berhasil merebut sejumlah wilayah di Italia bagian selatan. Keberhasilan tersebut membantu menghubungkan wilayah selatan dengan Kerajaan Piedmont-Sardinia dan mempercepat proses pembentukan negara Italia.
Pada 17 Maret 1861, Kerajaan Italia secara resmi diproklamasikan dengan Victor Emmanuel II sebagai rajanya. Garibaldi sendiri kemudian dikenang sebagai salah satu tokoh utama dalam proses tersebut, meskipun penyatuan Italia merupakan hasil dari peran banyak tokoh, termasuk Mazzini dan Camillo Cavour.
Karena perannya dalam sejarah penyatuan Italia, pemerintah Italia kemudian mengabadikan namanya pada berbagai tempat, monumen, institusi hingga kapal perang. Salah satunya adalah kapal induk Giuseppe Garibaldi, yang setelah lebih dari empat dekade mengabdi kepada Italia kini memasuki babak baru dalam sejarahnya sebagai KRI Sriwijaya milik Indonesia.
Dengan demikian, nama Garibaldi yang dahulu berkaitan dengan perjuangan menyatukan wilayah-wilayah Italia kini menjadi bagian dari sejarah baru hubungan pertahanan Italia dan Indonesia.
