Penjualan Mobil Astra September 2026 Capai 36.723 Unit

Depok, Stapo.id – PT Astra International Tbk. (ASII) mencatat penjualan mobil secara wholesales sebanyak 36.723 unit pada September 2026. Angka tersebut turun tipis 0,3% dibandingkan Agustus 2026, tetapi meningkat sekitar 9,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip sejumlah media pada 12 Oktober 2026, penjualan mobil Astra sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 334.987 unit. Capaian tersebut tumbuh 12,6% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Toyota dan Lexus Jadi Kontributor Terbesar
Toyota dan Lexus menjadi penyumbang penjualan terbesar Astra pada September 2026 dengan total 21.942 unit. Angka ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 20.595 unit.
Sepanjang Januari hingga September 2026, gabungan penjualan Toyota dan Lexus mencapai 198.873 unit. Sementara itu, Daihatsu mencatat penjualan 11.558 unit pada September dan 112.442 unit secara kumulatif selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Di segmen kendaraan komersial, Isuzu membukukan penjualan sebanyak 3.155 unit pada September 2026. Secara kumulatif, penjualan Isuzu mencapai 22.975 unit. Adapun UD Trucks mencatat penjualan 68 unit pada September, dengan total 697 unit sepanjang Januari hingga September 2026.
Pangsa Pasar Astra Capai 49 Persen
Total penjualan mobil nasional secara wholesales mencapai 679.018 unit selama Januari hingga September 2026. Dengan penjualan 334.987 unit, Astra menguasai sekitar 49,3% pasar mobil nasional. Pada September saja, pangsa pasar Astra tercatat sekitar 46% dari total penjualan domestik sebanyak 79.538 unit.
Head of Media Relations Division Astra, Ahmad Muhibbuddin, menyatakan perusahaan akan terus mencermati dinamika ekonomi dan perkembangan pasar otomotif nasional untuk menjaga daya saing serta menghadirkan produk dan layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
Kinerja tersebut menunjukkan penjualan Astra masih tumbuh secara tahunan hingga kuartal III 2026, meskipun volume September sedikit terkoreksi dibandingkan bulan sebelumnya. Perkembangan penjualan pada kuartal IV akan menjadi salah satu indikator untuk melihat keberlanjutan tren pasar otomotif nasional hingga akhir tahun.
