Tren Penjualan Mobil Indonesia September 2026, BEV Makin Kuat

Depok, Stapo.id – Pasar otomotif Indonesia memasuki September 2026 dengan sinyal pemulihan. Penjualan mobil sepanjang delapan bulan pertama tahun ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) berlangsung jauh lebih cepat.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 81.756 unit pada Agustus 2026. Angka tersebut naik 0,79 persen dibandingkan Juli yang mencapai 81.115 unit. Dari sisi retail, penjualan Agustus mencapai 83.422 unit, meningkat 7,7 persen dari 77.460 unit pada Juli. Secara kumulatif Januari hingga Agustus, penjualan retail mencapai 594.984 unit.
Jika menggunakan data wholesales, penjualan Januari hingga Agustus 2026 mencapai 599.491 unit. Angka tersebut meningkat 20,1 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan pasar kendaraan roda empat mulai kembali bergerak setelah menghadapi tekanan dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan paling menarik terjadi pada kendaraan listrik. Penjualan BEV pada Agustus mencapai 17.413 unit, naik 24,63 persen dibandingkan Juli yang mencatat 13.972 unit. Secara kumulatif, penjualan BEV Januari hingga Agustus telah mencapai sekitar 101.171 unit.
Meski demikian, mobil bermesin pembakaran internal atau ICE masih menjadi kelompok terbesar di pasar nasional. Pada Agustus, kategori LCGC mencapai 9.675 unit, sedangkan ICE non-LCGC dan kendaraan komersial mencapai 45.008 unit. Jika kedua kategori tersebut digabung, volumenya mencapai 54.683 unit. Namun, angka ini tidak tepat disebut seluruhnya sebagai mobil bensin karena kategori tersebut juga mencakup kendaraan komersial dan kendaraan dengan jenis bahan bakar berbeda.
Selain BEV, kendaraan hybrid mencatat 7.667 unit pada Agustus, turun dari 8.004 unit pada Juli. Sementara plug-in hybrid atau PHEV justru meningkat tipis dari 1.973 menjadi 1.993 unit. Data tersebut menunjukkan konsumen Indonesia kini memiliki semakin banyak pilihan teknologi antara mesin pembakaran, hybrid, plug-in hybrid dan listrik murni.
Persaingan merek juga mulai berubah. GAIKINDO mencatat Toyota masih menjadi pemimpin wholesales Agustus dengan 20.357 unit, disusul Daihatsu sebanyak 13.214 unit. Menariknya, BYD berada di posisi ketiga dengan 7.870 unit, menunjukkan semakin kuatnya posisi merek kendaraan listrik asal China di pasar Indonesia.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan mobil listrik tidak serta-merta berarti kendaraan bensin telah kehilangan pasar. Mobil konvensional masih memiliki keunggulan dari sisi pilihan model, jaringan pengisian bahan bakar dan kebiasaan konsumen. Namun, pertumbuhan BEV yang mencapai lebih dari 24 persen hanya dalam satu bulan menunjukkan perubahan preferensi yang patut diperhatikan industri.
Memasuki September hingga akhir 2026, persaingan pasar otomotif Indonesia diperkirakan semakin menarik. Produsen tidak hanya bersaing melalui harga dan desain, tetapi juga teknologi baterai, jarak tempuh, efisiensi, infrastruktur pengisian, layanan purnajual dan kemampuan produksi lokal.
Dengan penjualan nasional yang mulai pulih dan kendaraan elektrifikasi yang terus memperoleh momentum, 2026 berpotensi menjadi salah satu periode penting dalam perubahan peta industri otomotif Indonesia.
