Tech

Penggunaan AI dalam Pembelajaran Makin Masif, Mayoritas Mahasiswa Kini Memanfaatkannya

Ilustrasi penggunaan AI dalam pembelajaran oleh mahasiswa dengan simbol teknologi kecerdasan buatan

Depok, Stapo.id – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah berkembang menjadi salah satu alat belajar yang paling banyak digunakan oleh pelajar dan mahasiswa di seluruh dunia. Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun sejak kemunculan ChatGPT pada akhir 2022, AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi eksperimental, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas belajar sehari-hari.

Sejumlah riset menunjukkan tingkat adopsi AI di kalangan mahasiswa meningkat sangat cepat. Survei Student Generative AI Survey 2025 yang dilakukan Higher Education Policy Institute (HEPI) terhadap mahasiswa sarjana di Inggris menemukan bahwa 92 persen responden telah menggunakan AI generatif untuk berbagai kebutuhan akademik. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 66 persen. Sebanyak 88 persen mahasiswa juga mengaku memanfaatkan AI dalam mengerjakan tugas, mulai dari memahami materi, merangkum artikel ilmiah, hingga mencari ide penelitian.

Tren serupa juga terlihat di tingkat global. Survei QS pada 2026 menunjukkan AI telah menjadi teknologi yang digunakan secara rutin di perguruan tinggi. Sekitar 62 persen mahasiswa menggunakan AI generatif sedikitnya satu kali setiap minggu untuk belajar, mengerjakan tugas, riset, maupun aktivitas akademik lainnya. Temuan ini memperlihatkan bahwa AI mulai diposisikan sebagai “asisten belajar” yang melengkapi mesin pencari dan sumber referensi tradisional.

Di tingkat pendidikan menengah, adopsi AI juga terus meningkat. Penelitian College Board di Amerika Serikat menemukan 84 persen siswa sekolah menengah telah menggunakan AI generatif untuk membantu kegiatan belajar. Penggunaannya paling banyak untuk mencari referensi, menyusun ide tulisan, memperbaiki esai, hingga memahami konsep pelajaran yang sulit.

Indonesia pun tidak luput dari fenomena tersebut. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Data in Brief oleh ScienceDirect menghimpun data dari mahasiswa di 152 perguruan tinggi yang tersebar di 20 provinsi. Hasilnya menunjukkan penggunaan AI telah menjadi bagian dari aktivitas akademik mahasiswa Indonesia, baik untuk membantu memahami materi kuliah, menyelesaikan tugas, maupun meningkatkan produktivitas belajar. Penelitian tersebut juga menyoroti bahwa mahasiswa umumnya memiliki persepsi positif terhadap AI, meski tetap menyadari adanya tantangan seperti akurasi jawaban dan potensi ketergantungan terhadap teknologi.

Meningkatnya penggunaan AI tidak berarti seluruh proses belajar diserahkan kepada mesin. Berbagai penelitian justru menunjukkan mayoritas mahasiswa memanfaatkan AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti proses berpikir. Fungsi yang paling sering digunakan adalah meminta penjelasan konsep yang sulit dipahami, merangkum materi kuliah, membuat kerangka tulisan, menerjemahkan istilah akademik, hingga memperoleh umpan balik terhadap hasil pekerjaan sebelum dikumpulkan.

Namun, semakin luasnya penggunaan AI juga memunculkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Banyak institusi mulai menyusun pedoman penggunaan AI secara etis agar mahasiswa tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analisis, dan kreativitas. Perguruan tinggi di berbagai negara kini mulai mengubah metode penilaian dengan lebih banyak mengedepankan presentasi, diskusi, proyek kolaboratif, dan ujian lisan untuk memastikan mahasiswa benar-benar memahami materi, bukan sekadar menghasilkan jawaban dari AI.

Para pakar pendidikan menilai AI akan menjadi keterampilan dasar yang sama pentingnya dengan kemampuan menggunakan internet atau aplikasi perkantoran. Karena itu, tantangan terbesar bukan lagi apakah siswa dan mahasiswa boleh menggunakan AI, melainkan bagaimana mereka memanfaatkannya secara bertanggung jawab, kritis, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Melihat tren saat ini, penggunaan AI dalam dunia pendidikan diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya model bahasa yang semakin akurat dan mudah diakses. Dengan pendampingan yang tepat dari sekolah maupun perguruan tinggi, AI berpotensi menjadi teknologi yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan dunia kerja di era digital.