Bisnis

Minang Kakao Perkuat Hilirisasi Cokelat Artisan Sumatra di CBE Jakarta

Produk cokelat artisan batangan dan biji kakao murni berkualitas.

Depok, Stapo.id – Industri cokelat artisan lokal terus menunjukkan perkembangan melalui pengolahan kakao berbasis hilirisasi dan kualitas single origin. Salah satu yang mencuri perhatian pada pameran Cafe & Brasserie Expo Jakarta 2026 di JIExpo Kemayoran, Sabtu (9/5), adalah PT Pengelola Aset Islami Indonesia melalui brand Minang Kakao yang menghadirkan berbagai produk cokelat murni khas Sumatra Barat.

Produk Unggulan dan Konsep Bean to Bar

Dalam pameran tersebut, Minang Kakao memperkenalkan konsep bean to bar yang menitikberatkan pada proses produksi terintegrasi mulai dari pengelolaan biji kakao, fermentasi, roasting, hingga menjadi produk siap konsumsi. Produk yang dibawa meliputi cocoa nibs, cocoa couverture, cocoa powder, hingga berbagai varian chocolate bar artisan.

Perwakilan Minang Kakao, Anggi, menjelaskan bahwa perusahaan fokus menjaga kualitas rasa melalui penggunaan kakao murni hasil fermentasi penuh selama sekitar satu minggu. Menurutnya, proses fermentasi menjadi faktor utama yang membedakan produk artisan dengan cokelat komersial berbasis kompon yang banyak beredar di pasaran.

“Semua produk kami melalui proses fermentasi sehingga rasa dan aromanya lebih pekat. Karakter cokelatnya juga lebih kompleks dan khas,” ujar Anggi saat ditemui Stapo.id di lokasi acara.

Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan adalah varian dark chocolate 100 persen yang tersedia dalam ukuran 70 gram dan 32 gram. Minang Kakao juga menghadirkan varian Dark Chocolate 70% Sirah Gadang, Dark Chocolate 70% with Sea Salt, hingga Dark Chocolate 70% with Sea Salt & Cocoa Nibs yang menawarkan kombinasi rasa khas kakao Sumatra dengan tekstur lebih kaya.

Selain lini dark chocolate, perusahaan turut menghadirkan milk chocolate dalam ukuran 70 gram dan 34 gram, serta Milk Chocolate with Cocoa Nibs ukuran 72 gram dan 38 gram. Minang Kakao juga memperkenalkan chocolate bar special edition berupa healthy dark chocolate yang diklaim diabetic friendly dan masuk dalam free caries series untuk konsumen yang lebih memperhatikan kesehatan.

Tidak hanya menjual produk jadi, Minang Kakao juga memasarkan berbagai bahan baku olahan kakao seperti Organic Cocoa Nibs, Cocoa Couverture, hingga Cocoa Powder yang menyasar pelaku industri makanan dan minuman, bakery, serta pelaku usaha artisan chocolate lainnya.

Produk Unggulan Minang Kakao (arsip stapo.id)
Produk Unggulan Minang Kakao (arsip stapo.id)

Hilirisasi dan Pemberdayaan Petani

Anggi menambahkan bahwa perusahaan saat ini mengembangkan pola pembinaan petani di Sumatra Barat untuk menjaga kesinambungan kualitas bahan baku sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kakao lokal. Menurutnya, sejak 2020 Minang Kakao mulai fokus melakukan pengolahan sendiri agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan biji mentah.

“Tujuannya supaya nilai jual kakao meningkat di daerah asalnya dan petani punya pasar yang lebih jelas,” katanya.

Dari sisi kualitas produk, Minang Kakao juga menekankan daya tahan cokelat murni yang relatif lebih panjang dibanding produk berbahan campuran. Varian dark chocolate 100 persen bahkan disebut dapat bertahan hingga dua tahun apabila disimpan dalam kondisi yang tepat dan tidak lembap.

Kehadiran Minang Kakao di Cafe & Brasserie Expo Jakarta 2026 menunjukkan semakin berkembangnya pasar cokelat artisan Indonesia yang mengedepankan kualitas, transparansi asal bahan baku, serta pemberdayaan petani lokal. Dengan tren konsumen yang semakin tertarik pada produk premium dan healthy chocolate, industri cokelat artisan berbasis single origin dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang besar di pasar nasional maupun internasional.