ISCOMICE 2026 Dorong Transformasi Industri MICE melalui Smart Technology dan Human-Centered Innovation

Sumber Gambar: ISCOMICE 2026 (arsip dokumentasi Tim Publikasi ISCOMICE 2026)
Jakarta, 8 Juni 2026 — Program Studi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) Politeknik Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan konferensi ilmiah tahunan berskala internasional bertajuk International Scientific Conference of MICE (ISCOMICE) ke-4 yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 di Arion Suites Hotel Kemang, Jakarta.
Mengusung tema “Empowering the Future of MICE Through Smart Technology, IoT, and Human-Centered Innovations”, ISCOMICE 2026 menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa dan praktisi industri untuk membahas perkembangan teknologi serta inovasi yang membentuk masa depan industri MICE yang lebih cerdas, berkelanjutan dan berorientasi pada manusia.
ISCOMICE 2026 dibuka dengan sambutan oleh Direktur Politeknik Negeri Jakarta, Dr. Syamsurizal, S.E. M.M.; Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Dr. Wahyudi Utomo, S.Sos., M.Si. dan Ketua Program Studi MICE, M. Iqbal Katik RE, S.ST., M.P.Par. Dalam sambutannya, Dr. Syamsurizal, S.E., M.M. menyampaikan bahwa ISCOMICE 2026 diharapkan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru, memperkuat jejaring kerja sama, serta memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan industri MICE di masa depan.
Forum ilmiah ini menghadirkan dua sesi pleno utama yang membahas perkembangan pendidikan, teknologi, serta transformasi industri MICE dan pariwisata.
Sesi ini menghadirkan para pakar internasional yang membagikan perspektif akademik dan praktis terkait arah masa depan industri.
Sesi pleno pertama bertajuk “The Evolution of Knowledge Influencing MICE and Tourism Education: Curriculum Development and Practical Implementation” menghadirkan Dr. Khairiah Binti Ismail dan Professor Diena M. Lemy. Keduanya membahas pentingnya pembaruan kurikulum pendidikan agar selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Literasi digital dan AI dinilai menjadi kompetensi penting, didukung dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kerja sama tim. Mahasiswa juga didorong aktif berorganisasi untuk mengembangkan keterampilan praktis, sementara pemanfaatan AI diharapkan tetap digunakan secara bijak sebagai alat bantu belajar.
Pada sesi pleno kedua dengan tema “The Impact of Technological Advancements on the Development of MICE and Tourism Management, as well as Research in MICE and Tourism”, menghadirkan Professor Judith Mair dan Dr. Hassnah Wee yang membahas perkembangan teknologi yang memengaruhi pengelolaan, penelitian, serta penyelenggaraan kegiatan MICE dan pariwisata. Diskusi mencakup pemanfaatan teknologi digital, Internet of Things (IoT), serta pentingnya penerapan inovasi yang tetap berfokus pada kebutuhan dan pengalaman manusia.
“Masa depan Smart MICE bukan hanya tentang teknologi yang lebih canggih, tetapi tentang bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan acara yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berpusat pada manusia.” ungkap Judith. Meskipun hybrid event dan AI mampu meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, serta keberlanjutan dalam industri MICE, menurutnya penggunaan smart technology harus diimbangi dengan perhatian terhadap privasi data, keamanan, transparansi, dan keadilan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan berpusat pada manusia.
Selain sesi pleno, ISCOMICE 2026 juga menyelenggarakan sesi paralel yang menjadi wadah bagi para peneliti dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Sebanyak 95 makalah dipresentasikan oleh peserta yang berasal dari berbagai institusi dan negara. Seluruh makalah yang telah melalui proses review akan diterbitkan dalam prosiding konferensi terindeks internasional, sementara makalah terbaik berkesempatan dipublikasikan pada jurnal ilmiah terindeks SINTA 2 hingga SINTA 4.
Penyerahan Awarding ISCOMICE ke-4 menjadi momen apresiasi bagi para pemakalah yang telah berkontribusi dalam menghadirkan konferensi ilmiah berkualitas.
Penghargaan Best Paper diberikan kepada: Mashita Khansa, M. Iqbal Katik RE. dengan judul paper “Implementation of the Green MICE Concept in Production Set Up A Case Study of the Carbon Economic Value Policy Capacity Building Event in North Sulawesi by Artha Convex” Salsabila, Meisa Sofia dengan judul paper “Human-Centered Problem Solving by Seemore Event Organizer in Technology-Based Meeting Events: A Case Study of Tekmira 2025”
Sementara itu, penghargaan Best Presenter diraih oleh: Stefany Anastasya Putri dengan judul paper “Analysis of The Meaning Of Experience Of Generation Z Students At Japanese Events” Ken Daren Cakraningrat dengan judul paper “Digital Enablement in Government-Led B2B Trade Expo Indonesia 2025
Diharapkan ISCOMICE 2026 dapat menjadi pendorong lahirnya penelitian, inovasi, dan kolaborasi yang mampu memperkuat daya saing industri MICE di era transformasi digital. Pertemuan antara akademisi dan praktisi dalam forum ini menjadi langkah penting untuk mendorong pengembangan industri yang lebih cerdas, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan manusia di tingkat global.

