Insightful dan Strategis PIDI Digitalent Expo 2026 Memetakan Kompetensi Global

Sumber Gambar: Pengunjung PIDI Digitalent Expo 2026 di JICC Senayan Jakarta Dengan Antusiasme Tinggi (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Ajang PIDI Digitalent Expo 2026 sukses menyatukan generasi muda dengan dunia industri di JICC Senayan, Jakarta. Acara bergengsi ini berlangsung pada 24 hingga 26 September 2026 dengan dukungan penuh Bank Indonesia berkolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ekonomi Kreatif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), ASPI, Fintech, APUVINDO dan LPPI. Business Development Manager Amerta Tech, Harris, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan forum edukatif ini.
Harris menilai pameran ini membuka ruang eksplorasi karier bagi mahasiswa. Berbagai stan lembaga keuangan terkemuka langsung menyuguhkan peluang kerja nyata bagi para pencari kerja muda. Kehadiran program magang berbayar juga memberikan dorongan motivasi bagi para peserta.
“Jadi, talenta muda digital yang ingin melamar kerja bisa langsung mengirimkan lamaran karena banyak lowongan yang tersedia, termasuk magang berbayar di beberapa bank. Acara ini luar biasa bagus,” ujar Harris saat memberikan pandangannya di lokasi acara.
Peluang Karir Nyata bagi Talenta Digital
Penyelenggara merancang kegiatan ini melampaui bursa kerja konvensional. Mereka menghadirkan tiga zona utama, yaitu Industry Career Pavilion, Innovation Showcase, serta Skill Development and Certification Hub. Pendekatan ini membantu pengunjung memahami kebutuhan kompetensi industri modern.
Para peserta dapat memetakan keahlian dan mengukur portofolio pribadi secara langsung. Mahasiswa juga memperoleh wawasan mendalam seputar sertifikasi profesional yang relevan. Langkah ini mendorong kesiapan para lulusan menghadapi persaingan industri teknologi global.
Sorotan Inovasi Web3 dan Blockchain
Selain membuka bursa kerja, ajang ini menampilkan sesi pemaparan inovasi startup teknologi. Startup bernama Lunarion memikat perhatian pengunjung melalui aplikasi Web3 berbasis blockchain. Harris menyoroti pentingnya pengembangan keahlian lokal dalam menguasai teknologi desentralisasi tersebut.
Ia menekankan urgensi perlindungan keamanan siber, terutama pencegahan bahaya penipuan digital pada dompet kripto. Kemunculan inovator lokal membuktikan potensi besar sumber daya manusia domestik dalam mengadopsi teknologi baru. Pengembangan talenta digital pada sektor ini tentu membutuhkan dukungan berkelanjutan dari semua pihak.
Harris berharap kegiatan serupa dapat bergulir secara konsisten pada masa depan dengan porsi teknologi mutakhir yang lebih luas. “Mudah-mudahan dengan banyaknya acara seperti ini, para talenta muda akan terbuka cara pandangnya. Jadi, setelah lulus mereka tidak hanya bingung mencari kerja, tetapi bersemangat untuk membangun startup atau menciptakan sesuatu yang bisa mengubah Indonesia,” pungkas Harris.
Inisiatif kolaboratif ini membuktikan bahwa sinergi industri dan akademisi dapat mempercepat transformasi ekonomi nasional. Ketika ekosistem memberikan ruang berkembang, inovator muda mampu menciptakan solusi mandiri yang berdampak luas bagi kemajuan bangsa.
