Tech

Inovasi AI SketchUp Revolusi Dunia Desain Interior

Ilustrasi Inovasi AI SketchUp untuk Stapo.id

Sumber Gambar: SketchUp AI (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Inovasi AI SketchUp secara resmi diperkenalkan dalam ajang ACAPacific Solution Day di JS Luwansa, Jakarta. Derrick Chong selaku ASEAN Regional Lead SketchUp memimpin langsung presentasi teknologi canggih tersebut. Beliau menunjukkan integrasi kecerdasan buatan pada perangkat iPad Pro untuk mempercepat alur kerja. Metode pengukuran manual mulai ditinggalkan demi efisiensi yang lebih tinggi bagi profesional.

Fitur pemindaian LiDAR mampu menangkap data ruang secara presisi menjadi model tiga dimensi. Derrick mengajak para desainer untuk segera beralih dari penggunaan metode konvensional yang lambat. “Buanglah buku catatan. Kita sudah berada di tahun 2024, mari beranjak dari hal itu. Jangan lagi melakukan pengukuran manual yang kemungkinan besar salah,” tegas Derrick di depan peserta. Teknologi ini meminimalkan kesalahan manusia dalam proses desain arsitektur.

Manfaat Praktis Fitur Floor2Sketch

Fitur Floor2Sketch menjadi salah satu sorotan utama dalam presentasi Inovasi AI SketchUp kali ini. Alat tersebut mengubah denah lantai dua dimensi menjadi model tiga dimensi secara otomatis. Desainer cukup melakukan metode seret dan lepas untuk menghasilkan model siap konstruksi. “Floor2Sketch mengotomatiskan proses manual konversi floor plan menjadi file 3D SketchUp,” jelas Derrick saat memaparkan materi.

Penerapan teknologi ini sangat membantu instansi pemerintah dalam mengelola ratusan aset bangunan. SketchUp juga memperkenalkan fitur Autoshape yang mengenali bentuk objek melalui sketsa cepat secara otomatis. Teknologi ini mendapatkan dukungan dari Diffusion yang merupakan kecerdasan buatan generatif milik mereka. Inovasi tersebut akan terus berevolusi untuk meningkatkan efisiensi desain di masa depan.

Efisiensi Kerja dengan Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan hadir sebagai asisten digital yang meningkatkan produktivitas hingga berkali-kali lipat. Derrick menekankan bahwa AI bukan ancaman bagi pekerjaan arsitek atau desainer interior. “Ini bukan untuk menggantikan pekerjaan Anda. Belum. Ini hanya untuk meningkatkan pekerjaan Anda. Dari 15 proposal menjadi 100 proposal karena alat ini bisa membuat Anda sangat tajam dan efisien,” ungkap Derrick.

Para profesional kini dapat memproduksi hingga ratusan proposal desain dalam waktu singkat. SketchUp Assistant juga memungkinkan visualisasi ide hanya melalui instruksi teks sederhana saja. “Dengan SketchUp Assistant dan AI renderer, kita sekarang dapat memvisualisasikan ide dengan cepat,” tambahnya lagi. Langkah ini menandai era baru desain digital yang lebih cerdas serta adaptif.

Para praktisi industri kreatif di Indonesia perlu segera mengadopsi Inovasi AI SketchUp ini. Teknologi digital akan terus berkembang demi kemudahan manusia dalam menciptakan karya hebat. Kesimpulannya, integrasi kecerdasan buatan dalam perangkat desain bukan lagi sekadar tren masa depan. Otomasi dan akurasi data menjadi kunci utama untuk memenangkan kompetisi industri global saat ini.