Andalkan Media Air Tawar, Spirulina Albitec Siap Tembus Pasar Ekspor Asia di TEI 2026

Sumber Gambar: Jajaran produk sampel serbuk Spirulina Powder dari Albitec seperti air tawar murni, kapsul, dan produk makanan sehat turunan yang dipajang pada rak stan PT Alga Bioteknologi Indonesia di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pelaku usaha mikroalga asal Semarang memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia ke-41 untuk memperluas pasar spirulina lokal. Salah satu Tim Spirulina Powder Albitec, Falasifah, memamerkan keunggulan produk bernutrisi tinggi tersebut di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Kehadiran produk ini sekaligus menegaskan daya saing bahan pangan fungsional buatan anak bangsa.
Inovasi Budidaya Spirulina Lokal Berbasis Air Tawar
PT Alga Bioteknologi Indonesia mengolah komoditas spirulina lokal dengan sistem budidaya ramah lingkungan di bawah pembinaan instansi pemerintah daerah. Falasifah menerangkan bahwa perusahaannya mengandalkan media air tawar murni untuk menghasilkan serbuk berkualitas prima. Langkah ini membedakan produk mereka dari spirulina umum yang biasanya tumbuh di perairan laut atau payau.
“Produk kami menggunakan bahan lokal dan air tawar. Jika biasanya spirulina menggunakan air asin atau air laut, kami menggunakan air tawar lokal dan 100% spirulina asli tanpa bahan tambahan,” ujar Falasifah saat memberikan keterangan di lokasi pameran. Pernyataan tersebut mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan superfood murni tanpa campuran bahan kimia sintetik. Konsumen dapat menikmati serbuk food grade ini sebagai minuman kesehatan berprotein tinggi maupun masker perawatan kulit wajah.
Tantangan Edukasi dan Penetrasi Pasar Internasional
Perusahaan mematok tarif terjangkau yakni Rp 100.000 per seratus gram untuk menjangkau beragam segmen pasar. Kini Albitec giat mengapalkan produk ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Korea, Thailand, hingga Vietnam melalui kanal digital dan pengiriman sampel berkala. Penetrasi ekspor ini mencerminkan tingginya apresiasi konsumen global terhadap kualitas produk pangan sehat dari Indonesia.
Kendati sukses merambah mancanegara, Falasifah mengakui bahwa upaya sosialisasi manfaat mikroalga di dalam negeri masih menemui jalan berliku. “Mengenalkannya di Indonesia yang agak sulit karena masyarakat belum terbiasa mengonsumsi minuman sehat seperti ini. Terkadang masih muncul pertanyaan mengenai apa itu mikroalga, sedangkan di luar negeri spirulina sudah menjadi bagian dari konsumsi harian mereka,” pungkasnya. Produsen terus mendorong program edukasi agar masyarakat semakin akrab dengan khasiat komoditas hijau ini.
Keberhasilan Albitec menunjukkan bahwa inovasi spirulina lokal memiliki peluang emas di tengah pergeseran gaya hidup sehat dunia. Dukungan dinas terkait dan konsistensi menjaga mutu alamiah menjadi modal berharga bagi UMKM untuk terus menembus batas pasar global. Langkah edukasi terstruktur pada pasar domestik tentu akan memperkokoh fondasi bisnis mereka secara berkesinambungan.
