Dongkrak Nilai Jual Ekraf Lokal, IDN-Preneur Ajak Pengrajin Contek Standar Kemasan Jepang, Taiwan dan Korea

Sumber Gambar: Aktivitas tim representatif IDN-Preneur Global Network by IDN Global saat melayani sesi konsultasi bisnis dan pencocokan pasar (business matching) bersama para pelaku usaha lokal di area pameran Trade Expo Indonesia (TEI). (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pelaku ekonomi kreatif diaspora melihat potensi ekspansi internasional yang sangat menjanjikan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City. Koordinator Ekonomi Kreatif (Ekraf) IDN-Preneur Global Network by IDN Global, Kartika Dewi, mendorong para pelaku usaha untuk terus memperbarui kreasi mereka. Partisipasi aktif dalam pameran dagang terbukti mampu membuka jalan bagi terciptanya berbagai peluang kemitraan baru.
“Dengan kita ikut di TEI ini, itu banyak peluangnya. Jadi banyak inovasi produk baru dan desain baru yang kita buat; semakin banyak inovasi, semakin baik,” ujar KaDe saat ditemui dan berbincang diarea Business Matching Trade Expo Indonesia. Langkah pembaruan tersebut menjadi krusial karena preferensi konsumen mancanegara senantiasa bergerak dinamis mengikuti tren zaman.
Standardisasi Kemasan dan Potensi Produk Kreatif
KaDe mengingatkan para pengrajin nusantara agar lekas mempelajari standar pengemasan dari negara maju seperti Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Kualitas kemasan yang elegan serta protektif akan mendongkrak nilai jual produk kreatif secara signifikan di mata pembeli global. Strategi ini melengkapi daya pikat estetika kerajinan tangan lokal saat bersaing di pasar modern.
Melalui jejaring diaspora di Taiwan, Kartika konsisten mempromosikan tekstil tradisional Nusantara melalui festival tematik. Ia tidak sekadar membawa batik populer, melainkan turut memperkenalkan keunikan kain Sasirangan Kalimantan dan Batik Betawi. Pendekatan cerita budaya ini sukses memperluas wawasan publik asing mengenai potensi kuliner dan destinasi wisata daerah.
Tuntutan Simplifikasi Regulasi Ekspor Bagi Pemula
Kendati prospek penjualan luar negeri sangat menjanjikan, para pelaku usaha rintisan masih sering menghadapi kendala birokrasi ekspor. “Harapan saya adalah pemerintah lebih banyak mendorong dan jangan mempersulit administrasinya. Selama ini kebanyakan orang yang baru pertama kali mau ekspor merasa prosesnya sangat rumit,” tegasnya.
Kemudahan proses perizinan memegang peranan vital dalam mendorong daya saing produk kreatif Indonesia di panggung dunia. Sinergi antara pembenahan regulasi pemerintah dan kegigihan pelaku usaha dalam menyajikan kreasi bernilai tinggi akan mempercepat penetrasi pasar global. Kebijakan perdagangan yang ramah pelaku usaha pada akhirnya memperkuat posisi tawar komoditas kreatif nasional.
Trade Expo Indonesia (TEI) ke 41 tahun 2026 berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 14 Oktober hingga 18 Oktober 2026.
