Tech

Gemini 4 Argon Meluncur, Tantang GPT-6 dan Claude

Ilustrasi prisma kristal dan pantulan cahaya modern merepresentasikan kecerdasan buatan

Sumber Gambar: blog.google

Depok, Stapo.id – Google memperluas akses ke Gemini 4 Argon pada 13 Oktober 2026. Model kecerdasan buatan (AI) terbaru ini dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks, mulai dari pemrograman, analisis keuangan, penyusunan dokumen hukum, hingga penelitian sains dan keamanan siber.

Peluncuran ini memperkuat persaingan Google dengan OpenAI dan Anthropic yang masing-masing mengembangkan keluarga model GPT dan Claude. Namun, kemampuan Gemini 4 Argon tidak hanya dinilai dari klaim perusahaan, melainkan juga melalui pengujian independen terhadap berbagai model AI.

Fokus pada Penalaran dan Pekerjaan Kompleks

Dalam pengumuman resminya, Google menyebut Gemini 4 Argon sebagai model unggulan yang mampu menangani tugas bertahap dengan kebutuhan analisis mendalam. Model ini mendukung batas gabungan input dan output hingga sekitar satu juta token melalui Gemini API, sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan dengan konteks panjang.

Kemampuan tersebut menyasar kebutuhan profesional, seperti memahami basis kode berukuran besar, membantu riset finansial, menyusun dokumen hukum, dan mengidentifikasi kerentanan perangkat lunak. Google juga menyatakan bahwa penggunaan Argon dalam lingkungan pengembangan internal membantu meningkatkan pengajuan kode berbasis agen AI lebih dari 35 persen dan menekan pengembalian kode ke versi sebelumnya hampir sepertiga.

Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil penggunaan internal yang disampaikan Google. Hasil nyata dapat berbeda menurut jenis pekerjaan, sistem yang digunakan, dan pengawasan manusia.

Bagaimana Posisinya Dibandingkan GPT-6 dan Claude?

Pengujian Vals AI memberikan gambaran mengenai posisi Argon di antara model pesaing. Dalam Vals Index yang diperbarui pada 13 Oktober 2026, Gemini 4 Argon meraih skor 68,90 persen. Angka itu berada di atas Claude Sonnet 5.5 dengan 67,04 persen dan Claude Opus 5.5 dengan 66,97 persen.

Indeks tersebut mengukur kemampuan model dalam tugas terkait keuangan, pemrograman, hukum, dan perpajakan dengan pembobotan berdasarkan kontribusi sektor terhadap ekonomi Amerika Serikat. Karena itu, hasilnya tidak dapat dianggap sebagai ukuran mutlak untuk seluruh kemampuan AI.

Argon juga belum unggul dalam setiap pengujian. Data Vals AI menunjukkan Claude Sonnet 5.5 masih memimpin pada sejumlah tolok ukur pemrograman, sementara model pesaing memiliki keunggulan di bidang tertentu. Artinya, pilihan model tetap bergantung pada kebutuhan pengguna dan jenis pekerjaan yang hendak diselesaikan.

Akses dan Harga Gemini 4 Argon

Google menyediakan Argon melalui Gemini API berbayar dan Google AI Studio untuk pengembang serta perusahaan. Pelanggan Google AI Pro dan Ultra juga memperoleh akses melalui aplikasi Gemini dan Mode AI di Google Search, sedangkan penggunaan di lingkungan pengembangan Antigravity tersedia bagi pelanggan Ultra.

Harga perkenalan API ditetapkan sebesar US$2 per satu juta token input dan US$10 per satu juta token output hingga 30 November 2026. Setelah periode tersebut, tarif yang diumumkan Google naik menjadi US$4 untuk input dan US$20 untuk output per satu juta token.

Kehadiran Gemini 4 Argon menunjukkan persaingan AI semakin berfokus pada penyelesaian pekerjaan profesional yang kompleks. Meski hasil benchmark memberi gambaran awal, akurasi, biaya, keamanan, dan kecocokan terhadap kebutuhan pengguna tetap menjadi pertimbangan sebelum menentukan model yang paling tepat.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.