Kabar

TPIA Rampungkan Investasi Danantara dan INA di Pabrik CA-EDC

Ilustrasi konsep investasi industri kimia pabrik CA-EDC

Kemitraan investasi strategis ini mendukung pembangunan pabrik bahan kimia berkapasitas 900.000 ton per tahun yang ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2027.

Depok, Stapo.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) merampungkan transaksi investasi strategis untuk pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Penyelesaian transaksi yang diumumkan pada 15 Oktober 2026 ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat kapasitas industri kimia nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Melalui proyek tersebut, Chandra Asri Group mengembangkan fasilitas produksi yang akan dikelola oleh anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA). Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 400.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton etilen diklorida (EDC) per tahun.

Total Nilai Proyek US$800 Juta

Penyelesaian transaksi ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni 2025. Dalam perkembangannya, ketiga pihak menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) pada Maret 2026 sebagai dasar komitmen investasi untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

Terdapat perbedaan antara nilai keseluruhan proyek dan dana yang ditanamkan investor strategis. Berdasarkan keterangan resmi Danantara, proyek CA-EDC memiliki nilai sekitar US$800 juta. Sementara itu, Danantara dan INA berkomitmen menanamkan modal bersama sebesar US$200 juta. Dengan demikian, US$800 juta merupakan nilai proyek, bukan nilai investasi gabungan kedua lembaga tersebut.

Perkuat Pasokan Bahan Baku Industri

Soda kaustik atau natrium hidroksida digunakan dalam berbagai proses industri, termasuk pengolahan alumina, pembuatan sabun dan deterjen, serta pengolahan air. Sementara itu, EDC merupakan bahan baku penting dalam rantai produksi vinil klorida yang digunakan untuk membuat PVC, material yang banyak dimanfaatkan di sektor konstruksi dan manufaktur.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan bahan kimia dari dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta memperkuat rantai pasok industri hilir. Proyek tersebut juga sejalan dengan agenda hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri nasional.

Per September 2026, progres konstruksi pabrik telah mencapai sekitar 80 persen. Pemasangan peralatan utama dan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk dermaga, trestle, serta fasilitas penyimpanan, masih berlangsung. Chandra Asri menargetkan pabrik CA-EDC mulai beroperasi secara komersial pada 2027. Target tersebut masih bergantung pada penyelesaian tahap pembangunan dan persiapan operasional.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.