AgroGuard NUsantara PENS Pamerkan Inovasi ‘Smart Light Trap’ 3-in-1 di FBPI 2026: Atasi Hama Serangga, Burung, dan Tikus

Sumber Gambar: AgroGuard NUsantara dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) hadir dan memamerkan inovasi teknologi di Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI). (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Pameran Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 yang berlangsung meriah di JICC Senayan, Jakarta, pada 3-5 November 2026, menjadi sorotan utama bagi berbagai inovasi teknologi nasional. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah debut ‘Smart Light Trap’, sebuah perangkat pengendali hama terintegrasi 3-in-1 hasil karya AgroGuard NUsantara dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Alat ini hadir sebagai solusi komprehensif bagi petani untuk melindungi lahan dari ancaman serangga, burung pipit, hingga tikus.
Akmal, perwakilan dari AgroGuard NUsantara, menjelaskan mekanisme utama alat ini yang memanfaatkan cahaya LED untuk menarik perhatian serangga pengganggu. “Ketika ada serangga mendekat dan terkena cahaya LED, dia akan buta sementara lalu jatuh ke penampungan air sabun,” ujar Akmal saat memberikan penjelasan di lokasi pameran pada Selasa (3/11). Serangga yang terjebak dalam air sabun tersebut akan mati atau lemas, memudahkan petani untuk membersihkannya keesokan hari.
Tidak hanya untuk serangga, perangkat ini juga dilengkapi dengan teknologi sensor inframerah (Motion Sensor) dan detektor laser (Laser Detector) yang terintegrasi. Akmal memaparkan, “Ketika ada burung lewat di sawah, alat ini akan mengeluarkan suara seperti burung elang supaya burungnya terbang. Di bagian bawah juga ada sensor untuk mendeteksi tikus.” Jika tikus terdeteksi melintas, pengeras suara pada alat akan aktif secara otomatis untuk mengusir hewan pengerat tersebut secara efektif.
Smart Light Trap dirancang dengan material akrilik untuk memastikan bobot yang ringan dan efisien saat digunakan di area persawahan. Perangkat mandiri ini sepenuhnya didukung oleh panel sel surya sebagai sumber energi utama, dilengkapi dengan sensor PIR, serta kotak panel kontrol canggih. Kehadiran alat ini di FBPI 2026 menandai debut perdananya dalam pameran teknologi skala nasional, setelah melalui berbagai tahapan pengembangan dan pengujian ketat di lingkungan kampus.
Inovasi AgroGuard NUsantara ini merupakan sebuah teknologi perlindungan pertanian cerdas 3-in-1 bertenaga surya yang secara khusus dirancang untuk melindungi tanaman pangan, terutama padi, dari tiga hama utama. Dengan nomor paten IDS00008735, alat ini dikembangkan oleh tim dosen PENS, termasuk Indra Ferdiansyah, Fifi Hesty Sholihah, dan Hendhi Hermawan.
Dampak ekonomi yang signifikan menjadi daya tarik utama dari Smart Light Trap. Ancaman hama seperti burung pipit (potensi kerugian 20-30%), serangga (20-50%), dan tikus sawah (5-15%) seringkali menjadi momok bagi petani. Dengan penggunaan alat ini, diperkirakan terjadi peningkatan hasil panen hingga Rp2,73 juta per hektar per musim dan penghematan biaya pengendalian sekitar Rp0,70 juta, dengan total potensi manfaat ekonomi mencapai sekitar Rp3,43 juta per hektar per musim panen.
Perjalanan inovasi ini dimulai pada tahun 2021 dengan Smart Light Trap Insect, berkembang menjadi Smart Bird Repeller pada 2022, hingga mencapai versi terintegrasi 3-in-1 pada 2023. Saat ini, AgroGuard NUsantara berada di Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 8, yang berarti sistem lengkap ini telah teruji secara menyeluruh di lingkungan operasional. Pembuktian nyata telah dilakukan di lahan petani di Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, di mana 16 unit telah terjual dan terpasang, menunjukkan efektivitas dan penerimaan pasar.
Inovasi berkelanjutan ini juga telah mendapat liputan luas dari berbagai media nasional dan daerah, termasuk Tribunnews.com, Radar Gresik, dan Suara.com Jatim, memperkuat posisinya sebagai solusi pertanian masa depan yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi.
