Tips Merawat Tillandsia dan Peluang Budidaya di FLOII Expo 2026

Sumber Gambar: Edukasi Tanaman Tillandsia di FLOII Expo (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Ajang FLOII Expo 2026 di ICE BSD menghadirkan sesi edukatif bertajuk The Art of Tillandsia: Trend, Care & Display pada Minggu (20/9). Sesi ini mengulas teknik merawat Tillandsia secara tepat bagi para hobiis maupun pelaku usaha tanaman hias. Praktisi tanaman seperti Debora Lovita Christy Pakpahan dari Lovinka Nursery membagikan pengalaman berharga seputar tanaman udara ini.
Kiwon dari Tillanesia dan Bryan Louita Eksan dari Bumi Tillandsia turut melengkapi diskusi mendalam tersebut. Mereka menegaskan bahwa sirkulasi udara memegang peranan paling penting dalam kelangsungan hidup tanaman udara. Aliran angin yang lancar membantu proses penguapan air secara optimal sehingga tanaman selamat dari kerusakan fatal.
Kunci Sukses Merawat Tillandsia Agar Tidak Membusuk
Narasumber membeberkan bahwa kekeliruan paling fatal berakar dari pemberian air yang berlebih tanpa sirkulasi udara memadai. “Yang paling umum biasanya adalah overwatering atau kebanyakan air, sehingga tanaman itu lama-lama membusuk, atau tempat menanamnya kurang angin,” jelas narasumber dalam sesi tersebut. Pemilik sebaiknya menyesuaikan frekuensi penyiraman dengan kondisi lingkungan sekitar, biasanya berkisar antara dua hingga lima hari sekali.
Pecinta tanaman yang menempatkan koleksinya di dalam ruangan perlu menambahkan lampu grow light sebagai pengganti sinar matahari. Selain itu, hembusan kipas angin dapat mengalirkan udara segar di ruangan berpendingin. Langkah ini menjaga kelembapan agar tanaman tetap bugar dan terhindar dari pembusukan pangkal daun.
Daya tahan tanaman udara ini tergolong sangat mengagumkan meski sempat mengalami kekeringan ekstrem. Tanaman induk yang mengering sering kali masih sanggup melahirkan tunas anakan baru yang segar. “Padahal secara tampilan sudah tidak menarik dan dikira mati, ternyata kita bisa mengharapkan kehidupan yang baru,” imbuh narasumber dengan penuh keyakinan.
Potensi Budidaya Jenis Ionanta Bagi Pemula
Selain mengupas cara pemeliharaan, Kiwon mengulas varietas Tillandsia Ionanta yang menjadi primadona pameran. Tanaman ini menawarkan harga yang sangat ramah di kantong masyarakat luas. “Ionanta pun ada harganya, kisarannya mulai dari 25 ribu sampai 35 ribu,” ujar Kiwon saat memaparkan potensi tanaman tersebut.
Keunggulan lain dari varietas ini terletak pada kecepatan reproduksi yang sangat efisien. Hobiis dapat memperbanyak anakan tanaman secara mandiri dalam waktu relatif singkat tanpa perawatan rumit. “Dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, dari satu tanaman kita bisa memiliki tiga sampai lima,” tambahnya.
Kiwon juga menyoroti ketersediaan pasokan varian ini yang melimpah dari para pembudidaya lokal. “Ionanta merupakan salah satu rekomendasi karena variannya banyak dan sudah banyak nursery lokal yang membudidayakan Tillandsia sejak lama, terutama jenis Ionanta tersebut,” pungkas Kiwon. Pembudidayaan lokal ini membuktikan tanaman telah beradaptasi sempurna dengan iklim tropis Indonesia.
Memahami teknik merawat Tillandsia membuka peluang hobi sekaligus usaha florikultura yang menjanjikan di tanah air. Sinergi sirkulasi udara yang baik serta pemilihan varietas tangguh seperti Ionanta menjadi modal awal yang kokoh bagi pemula. Dengan ketelatenan terukur, tanaman unik ini mampu memberi kepuasan estetika sekaligus potensi ekonomi yang menguntungkan.
