Teknologi GIS Ramah Lingkungan Schneider Electric Hadir di Electricity Connect 2026

Sumber Gambar: Schneider Electric Hadir Memperkenalkan Teknologi Terbaru di Electricity Connect 2026 (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Perusahaan energi global Schneider Electric memperkenalkan inovasi terbarunya dalam ajang Electricity Connect 2026 di ICE BSD. Acara industri kelistrikan bergengsi ini berlangsung pada 22 hingga 24 September 2026. Schneider Electric memanfaatkan pameran tersebut untuk menampilkan terobosan teknologi GIS yang ramah lingkungan. Perangkat mutakhir ini memprioritaskan efisiensi pemeliharaan sekaligus menekan penggunaan gas SF6 murni.
Keunggulan Desain dan Operasional Teknologi GIS
Perangkat anyar ini mengusung rancangan fisik yang jauh lebih ringkas daripada teknologi konvensional. Dimensi yang kompak tersebut mempermudah teknisi saat mengelola tata letak ruang gardu distribusi. Irfan Syahputra dari Schneider memaparkan perubahan signifikan pada susunan material insulasi peralatan tersebut. Tim ahli kini mulai mengadopsi teknologi campuran udara murni guna mengurangi ketergantungan pada gas SF6.
Irfan menjelaskan langkah transisi material tersebut secara mendalam di lokasi pameran. “Di beberapa titik ini, kita sudah tidak lagi menggunakan SF6. Teknologi sebelumnya masih menggunakan gas SF6 sebagai bahan insulasi dan media untuk proses arcing serta quenching. Di sini kita menggunakan campuran antara udara murni (pure air) dengan SF6 atau Shunt Interrupter (SXI),” papar Irfan.
Sistem Keamanan dan Efisiensi Perawatan Maksimal
Sistem operasional perangkat mengandalkan fitur Shunt Interrupter pada komponen Circuit Breaker. Fitur canggih ini memadamkan percikan api bertegangan menengah secara cepat saat pemutusan arus berlangsung. Irfan membandingkan besaran letupan arus menengah tersebut dengan pemutusan daya rumah tangga biasa. “Itulah sebabnya diperlukan media insulator pada alat ini agar api bisa langsung padam,” jelasnya saat memberikan pemaparan di lokasi pameran.
Selain itu, produsen merancang struktur busbar dan insulasi khusus demi fleksibilitas agenda pemeliharaan. Tim teknis dapat menjalankan perawatan sistem secara berkala sewaktu-waktu tanpa kerumitan teknis. Pihak pabrikan juga membatasi akses fisik ke komponen internal tertentu demi memproteksi personel kerja. Langkah ketat tersebut secara efektif mencegah risiko kecelakaan kerja di area tegangan menengah.
Inovasi peralatan distribusi daya ini memperlihatkan arah transformasi industri energi menuju keberlanjutan. Penerapan teknologi GIS generasi baru membuktikan bahwa efisiensi teknis dapat berjalan selaras dengan kepedulian lingkungan. Bagi para pelaku industri dan wirausaha sektor energi, modernisasi semacam ini membuka peluang optimalisasi biaya operasional jangka panjang.
