SVP Marketing DOKU: AI Adalah Influencer Digital Baru yang Mendorong Keputusan Konsumen
Jakarta, Stapo.id – Peran kecerdasan buatan kini memasuki fase baru dalam lanskap pemasaran modern, bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan menjadi salah satu penggerak utama dalam proses rekomendasi dan pengambilan keputusan konsumen. Pandangan ini disampaikan oleh Ayu Sawitri Hapsari, Senior Vice President (SVP) Marketing DOKU, dalam sesi Inspiring Talk di Exabytes Marketing Fest yang digelar di CBN Hall pada 11 Desember 2025.
Transformasi Peran Kecerdasan Buatan sebagai Influencer Digital dalam Strategi Pemasaran Modern
Ayu menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen mengharuskan merek untuk menyesuaikan pendekatan pemasaran mereka. Menurutnya, era pemasaran yang mengandalkan dorongan komunikasi satu arah melalui media tradisional sudah bergeser. Kini, konsumen banyak mengambil keputusan setelah berinteraksi dengan sistem AI yang mengkurasi informasi dan memberikan rekomendasi yang dianggap paling relevan.
Pergeseran Perilaku Konsumen dari Komunikasi Satu Arah Menuju Rekomendasi AI
“Dulu kita biasa bekerja sama dengan KL atau media untuk merekomendasi brand kita. But now we don’t play dengan personal,” ujar Ayu dalam presentasinya. Ia menegaskan bahwa di ranah digital hari ini, AI telah mengambil peran sebagai influencer. “Sekarang the influencer in digital adalah AI, walaupun itu tidak menggantikan posisi KL atau media in general, tapi AI jadi pintu rekomendasi pertama.”
Karena itu, Ayu menyebut ada tiga target utama yang harus dicapai setiap brand: menjadi visible, AI recommended, dan AI trusted. Ketiganya bukan hanya berkaitan dengan seberapa sering merek muncul di hadapan konsumen, tetapi seberapa akurat AI menilai relevansi solusi yang ditawarkan. Untuk masuk dalam kategori tersebut, brand harus memahami pola pencarian konsumen, pertanyaan yang mereka ajukan, hingga narasi yang ingin mereka temukan ketika berinteraksi dengan platform seperti ChatGPT atau mesin rekomendasi lainnya.
Dalam penjelasannya, Ayu menggambarkan bagaimana DOKU memanfaatkan data dan AI untuk mempersonalisasi strategi pemasaran berdasarkan target pasarnya. DOKU memiliki dua segmen utama, yakni pasar Enterprise dan Usaha Kecil Menengah (SME). Keduanya, menurut Ayu, memerlukan pendekatan yang sangat berbeda.
“Dengan dua tipe merchant yang berbeda, kita juga melakukan approach yang berbeda,” jelasnya. Ia menyebut bahwa perusahaan skala besar biasanya memiliki beberapa pengambil keputusan seperti tim keuangan dan operasional yang perlu diyakinkan melalui alur komunikasi yang lebih terstruktur. Sementara itu, pada SME, keputusan biasanya diambil oleh pendiri yang memegang hampir seluruh peran sehingga komunikasi harus lebih ringkas, cepat, dan langsung menonjolkan manfaat praktis.
Strategi Segmentasi Pasar Enterprise dan UKM Melalui Pendekatan Personalisasi Data
Melalui analisis berbasis AI, DOKU dapat merumuskan pesan pemasaran yang sesuai dengan profil masing-masing segmen, mulai dari gaya bahasa, format konten, hingga waktu komunikasi yang paling efektif. Pendekatan ini membuat proses akuisisi pengguna menjadi lebih alami, terutama karena 80 persen akuisisi digital DOKU berasal dari penemuan organik, bukan iklan berbayar. Hal ini diperkuat Ayu dalam slide presentasinya yang menjelaskan bahwa perjalanan konsumen menuju keputusan pembelian kini memiliki siklus yang lebih panjang, dan justru semakin dipengaruhi oleh pencarian organik serta interaksi mereka dengan berbagai kanal digital berbasis AI.
Ayu menegaskan bahwa AI memiliki fungsi yang jauh lebih strategis dari sebelumnya. Jika dahulu AI hanya dipandang sebagai alat untuk mempermudah tugas teknis, kini AI memegang kendali atas bagaimana persepsi dibentuk, bagaimana rekomendasi disusun, dan bagaimana kepercayaan dibangun. “AI for us is accelerates by giving recommendation,” tutupnya, menekankan bahwa brand yang mampu memahami cara kerja AI akan memiliki keunggulan kompetitif dalam memengaruhi perilaku konsumen di masa depan.
Dominasi Pencarian Organik dan Membangun Kepercayaan Merek di Era Ekosistem Digital
Secara keseluruhan pemaparan Ayu Sawitri Hapsari dalam Exabytes Marketing Fest ini memberikan perspektif yang sangat tajam mengenai bagaimana kecerdasan buatan telah mengambil alih peran strategis dalam membentuk opini dan keputusan konsumen. Selain itu, pergeseran fungsi AI dari sekadar alat teknis menjadi pintu rekomendasi pertama menunjukkan bahwa setiap merek kini wajib memiliki tingkat visibilitas dan kredibilitas yang tinggi di mata algoritma pencarian.
Oleh karena itu, Stapo.id menyimpulkan bahwa kemampuan perusahaan dalam mempersonalisasi pesan pemasaran bagi segmen yang berbeda merupakan kunci utama untuk memenangkan persaingan di pasar digital yang semakin padat. Selanjutnya, fokus pada akuisisi organik melalui narasi yang relevan dan terpercaya akan memberikan dampak jangka panjang yang lebih stabil dibandingkan dengan ketergantungan pada iklan berbayar semata.
Dengan demikian, adaptasi terhadap teknologi AI bukan lagi pilihan melainkan keharusan bagi para praktisi pemasaran guna membangun interaksi yang lebih alami dan solutif bagi kebutuhan pelanggan. Terakhir, pemanfaatan data yang presisi dalam menyusun strategi komunikasi akan memperkuat posisi merek sebagai solusi yang paling direkomendasikan oleh sistem cerdas di masa depan.

