Bisnis

RDZ Visualab Tampilkan Platform AI untuk Penyandang Disabilitas di DTI-CX 2026

Ilustrasi aplikasi berbasis AI untuk Stapo.id

Sumber Gambar: RDZ Visualab Tampil di Booth EKRAF Digital Transformation Indonesia (arsip stapo.id)

>

Depok, Stapo.id – Kelompok inovator muda dari Politeknik Negeri Media Kreatif melalui RDZ Visualab >membawa solusi teknologi inklusif yang sangat menarik. Tim RDZ Visualab >tampil dan hadir di Digital Transformation Indonesia (DTI) 2026 di JICC Senayan, Jakarta. Para inovator merancang aplikasi berbasis AI ini khusus untuk mendukung aktivitas belajar sekaligus memudahkan komunikasi bagi rekan-rekan penyandang disabilitas.

Tim pengembang yang beranggotakan Alexia Lintang, Nadisa Zahra, Rida Dzakiyyah, dan Aurelia Rahmanisa membagi fokus aplikasi ini ke dalam tiga kategori utama. RDZ Visualab mengarahkan fungsi aplikasi berbasis AI tersebut untuk penyandang tunanetra, tunarungu, serta tunagrahita. Melalui fitur pendeteksi objek (object detection), penyandang tunanetra dapat mengenali berbagai benda di sekitar secara real-time hanya bermodalkan kamera ponsel.

Fungsi Aplikasi Berbasis AI untuk Komunikasi Tanpa Batas

>

Selain pendeteksi objek, pengembang juga menyematkan fitur penerjemah bahasa isyarat (sign language converter). Fitur inovatif tersebut mengubah gerakan bahasa isyarat secara langsung menjadi teks tertulis yang mudah dibaca oleh masyarakat umum. Langkah kreatif ini membantu menjembatani kendala komunikasi yang sering kali menghambat interaksi sosial para penyandang disabilitas sehari-hari.

“Di sini kita membantu anak-anak agar bisa belajar lebih paham dan mengerti apa yang disampaikan,” ujar Aurel saat pameran berlangsung. Aurel juga menekankan bahwa fitur komunikasi sangat krusial bagi penyandang tunarungu. “Fitur ini membantu mereka berinteraksi dengan orang luar yang kurang paham bahasa isyarat. Caranya, pengguna tinggal menggerakkan tangan untuk bahasa isyarat, lalu akan muncul translasinya.”

>

Inovasi Pembelajaran Berbasis AR dan VR

>

Bagi penyandang tunagrahita, tim mengandalkan teknologi visualisasi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) agar mempermudah proses belajar. Pada aspek teknis, RDZ Visualab memanfaatkan kecerdasan buatan berbasis computer vision, seperti MediaPipe dan YOLO AI. Teknologi canggih ini berfungsi secara aktif untuk mendeteksi, mengenali, serta melacak berbagai objek dari gambar dan video secara real-time.

Walaupun produk ini sudah berfungsi dengan baik selama satu tahun masa pengembangan, tim masih terus menyempurnakan aspek desain dan kelengkapan fiturnya. RDZ Visualab berencana menerapkan model bisnis business-to-business (B2B) dengan target pasar Sekolah Luar Biasa (SLB) serta berbagai perusahaan. Mereka juga beruntung karena memperoleh apresiasi serta dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).

>

“Kami masih banyak belajar, apalagi dengan dukungan Ekraf karena saya sudah beberapa kali mendapatkan bantuan Ekraf,” pungkas Aurel dengan penuh optimisme. Kehadiran aplikasi berbasis AI ini memberikan angin segar bagi ekosistem teknologi inklusif di Indonesia. Inisiatif mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif ini membuktikan bahwa inovasi lokal mampu menciptakan solusi yang menyentuh langsung aspek sosial kemanusiaan.