Pasok Teknologi Facial Recognition di GBK, AssistX Gandeng PSSI dan Garuda ID

Sumber Gambar: Saat Tim AssistX memperkenalkan solusi teknologi berbasis AI ke pengunjung dan tamu Kumpul Connect for Change Summit 2026 di Jakarta. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – AssistX memperkenalkan inovasi teknologi Facial Recognition dalam acara Kumpul Connect for Change Summit 2026 di Jakarta. Perusahaan teknologi ini menawarkan integrasi kecerdasan buatan ke jaringan kamera pengawas milik klien. Langkah cerdas ini mendukung efisiensi operasional di berbagai sektor bisnis modern.
AssistX merancang peranti lunak ini guna menjawab kebutuhan analisis data identitas dan manajemen kerja. Perusahaan yang berkantor di UOB Tower ini telah memperluas jangkauan layanan ke aneka industri vital. Sektor tersebut mencakup pertambangan, minyak dan gas, logistik, transportasi, hingga perbankan.
Kemitraan Strategis Bersama PSSI di Gelora Bung Karno
Selain merambah industri berat, AssistX menjalin kemitraan strategis dengan PSSI serta Garuda ID. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sistem pemindaian tiket masuk pada laga sepak bola internasional. Langkah ini memastikan kelancaran serta kenyamanan arus penonton saat memasuki stadion.
Perwakilan marketing AssistX, Diva, memaparkan keterlibatan perusahaannya dalam pengamanan akses stadion secara menyeluruh. “Iya, kita menyediakan penuh Facial Recognition-nya. Nanti untuk semua kelas, baik VIP, VVIP, maupun tribun di seluruh pintu di GBK,” ujar Diva.
Optimasi Kinerja Perbankan Lewat Teknologi Facial Recognition
Sektor perbankan saat ini mendominasi daftar pengguna solusi AssistX. Lembaga perbankan memanfaatkan sistem tersebut bukan sekadar untuk pengawasan keamanan ruangan. Mereka memfungsikan perangkat lunak cerdas ini untuk memantau produktivitas para staf frontliner.
Diva menguraikan mekanisme pemantauan kehadiran staf bank saat menjelaskan fungsi platform tersebut. “Kita di perbankan. Namun bukan di sisi CCTV-nya, melainkan lebih ke arah frontliner. Jadi untuk absensi frontliner, memantau apakah mereka ada di area tersebut selama jam operasional atau tidak,” tambahnya.
Keunggulan utama peranti lunak ini terletak pada fleksibilitas integrasi tanpa perlu membeli kamera baru. Pengguna cukup memasang sistem pada kamera pengawas yang sudah beroperasi. Diva menegaskan, “Ini bisa banyak sekali dikustomisasi sesuai kebutuhan pelanggan atau apa yang klien inginkan,” pungkasnya.
Pemanfaatan kecerdasan buatan pada infrastruktur pengawasan membuktikan bahwa inovasi digital mampu menekan biaya operasional perusahaan. Pelaku usaha kini dapat memodernisasi tata kelola kerja tanpa merombak perangkat keras lama. Integrasi teknologi Facial Recognition membuka peluang besar bagi peningkatan disiplin kerja sekaligus pengamanan fasilitas publik.
