Otomotif

Pasar Baterai EV China Kini Dikuasai CATL Sepenuhnya

Ilustrasi Pasar Baterai EV untuk Stapo.id

Depok, Stapo.id – Pasar baterai EV di China kini mencatatkan sejarah baru dengan dominasi mutlak dari produsen raksasa Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Berdasarkan data terbaru dari China Passenger Car Association (CPCA), CATL berhasil menguasai pangsa pasar hingga 50,1 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

Capaian ini menandai pertama kalinya dalam lima tahun terakhir perusahaan tersebut mampu menembus level di atas 50 persen di pasar domestik. Keberhasilan CATL ini didorong oleh penguasaan yang sangat kuat di berbagai segmen teknologi baterai, baik untuk jenis NMC (nikel-mangan-kobalt) maupun LFP (lithium iron phosphate).

Dominasi CATL di Berbagai Segmen Teknologi

Dalam laporan tersebut, dominasi CATL terlihat sangat mencolok pada segmen baterai NMC ternary dengan raihan pangsa pasar mencapai 81,6 persen. Tak hanya itu, perusahaan juga memperluas pengaruhnya di segmen LFP dengan mencatatkan pangsa pasar sekitar 41 persen, yang merupakan angka tertinggi bagi perusahaan tersebut dalam empat tahun terakhir.

Sekretaris Jenderal CPCA, Cui Dongshu, memberikan gambaran mengenai kapasitas produksi nasional yang terus tumbuh. “Total produksi baterai kendaraan listrik di China mencapai 310 GWh dalam dua bulan pertama 2026, meningkat 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Cui Dongshu dalam keterangannya.

Persaingan dengan Kompetitor dan Kondisi Pasar Baterai EV

Di sisi lain, pesaing utama yakni BYD menempati posisi kedua dengan pangsa pasar sekitar 17,5 persen. Angka ini dilaporkan sebagai level terendah bagi BYD dalam lima tahun terakhir, meskipun mereka tetap memiliki basis yang kuat di segmen LFP dengan pangsa 22,6 persen. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika pasar yang kompetitif dan perubahan kebijakan subsidi pemerintah.

Meskipun produksi nasional meningkat, pemasangan baterai pada kendaraan energi baru sempat mengalami tekanan pada bulan Februari akibat pelemahan permintaan jangka pendek. Namun, para analis memprediksi bahwa pasar baterai EV akan tetap menjadi medan tempur utama bagi inovasi teknologi baterai masa depan, termasuk pengembangan baterai sodium-ion yang mulai diaplikasikan secara luas.