TEI
TEI
Otomotif

Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi, Kapasitas 150 Ribu Unit

Ilustrasi jalur produksi kendaraan listrik di dalam pabrik manufaktur modern berteknologi tinggi.

Sumber Gambar: byd.com

Depok, Stapo.id – BYD resmi meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, pada Kamis (3/9/2026). Peresmian ini menandai dimulainya produksi kendaraan BYD secara lokal sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan listrik.

Fasilitas tersebut menjadi pabrik pertama BYD di Indonesia dan merupakan fasilitas produksi BYD ke-13 secara global. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Investasi untuk fasilitas tersebut mencapai sekitar Rp11,7 triliun dan telah menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja lokal.

Kehadiran pabrik Subang juga menjadi bagian dari strategi BYD untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan perusahaan tengah menyiapkan pengembangan aktivitas manufaktur yang berkaitan dengan baterai untuk memperluas proses produksi di Indonesia.

BYD menargetkan pemenuhan TKDN hingga 60 persen mulai 2027. Perusahaan juga telah melakukan transfer pengetahuan dengan mengirimkan teknisi dan insinyur Indonesia ke pusat riset dan pengembangan BYD di China untuk mempelajari teknologi kendaraan listrik. Jumlah tenaga kerja lokal yang terlibat ditargetkan dapat berkembang hingga 20.000 orang.

Untuk tahap awal, fasilitas Subang memproduksi BYD Atto 1, M6 EV dan M6 DM. Pabrik tersebut juga dipersiapkan untuk memproduksi kendaraan dari lini premium BYD, Denza. Kapasitas produksi yang mencapai 150.000 unit per tahun memberikan ruang bagi BYD untuk meningkatkan pasokan kendaraan listrik sekaligus memenuhi kebutuhan pasar domestik dan kawasan.

Setelah pabrik beroperasi, BYD Indonesia juga memastikan tidak lagi mengimpor kendaraan secara utuh atau completely built up (CBU). Model yang sebelumnya didatangkan melalui jalur impor akan tetap tersedia sampai persediaan di jaringan diler habis, sementara pasokan berikutnya akan beralih ke produksi dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai investasi tersebut tidak sekadar menambah kapasitas produksi kendaraan listrik, tetapi juga berpotensi memperkuat rantai industri nasional. Pemerintah mendorong agar pengembangan industri EV mencakup bahan baku, baterai, manufaktur kendaraan hingga daur ulang baterai sehingga manfaat investasi dapat semakin besar bagi industri dalam negeri.

Dengan beroperasinya fasilitas Subang, BYD kini memasuki tahap baru di Indonesia, dari sekadar memasarkan kendaraan listrik menjadi bagian dari basis manufaktur dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.