Bisnis

Ngopi Bareng Teman, Kedai Kopi Asal Cipayung yang Hadirkan Peluang bagi Alumni Pelatihan Barista

Secangkir es kopi susu gula aren di atas meja bar kedai Ngopi Bareng Teman

Dikelola Yosep Susanto atau Pak Anto, Ngopi Bareng Teman menawarkan aneka minuman kopi dengan harga mulai Rp10 ribuan. Usaha ini juga menjadi tempat bekerja bagi alumni pelatihan barista LPK Talenta Cipta Karya.

Depok, Stapo.id – Menikmati secangkir kopi tidak selalu harus mengeluarkan biaya besar. Melalui konsep sederhana dan harga yang terjangkau, Ngopi Bareng Teman atau yang disingkat Ngobat hadir sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati minuman kopi sekaligus menghabiskan waktu bersama teman.

Usaha yang berasal dari kawasan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung ini dikelola oleh Yosep Susanto, yang akrab disapa Pak Anto. Ngobat menawarkan beragam pilihan minuman dengan rentang harga sekitar Rp10.000 hingga Rp18.000, sehingga dapat menjangkau konsumen dari berbagai kalangan.

Beberapa menu yang menjadi andalan adalah es kopi susu gula aren dan kopi butterscotch. Kedua varian tersebut menjadi pilihan bagi pelanggan yang menyukai perpaduan rasa kopi dengan sentuhan manis dan creamy.

Menghadirkan Kopi Sekaligus Kesempatan Kerja

Di balik bisnis minuman kopi tersebut, terdapat cerita mengenai pengembangan keterampilan dan kesempatan kerja bagi peserta pelatihan barista. Ngobat menjadi tempat bekerja bagi barista yang telah mengikuti pelatihan di LPK Talenta Cipta Karya.

Program pelatihan tersebut membekali peserta dengan kemampuan dasar untuk bekerja di industri kopi. Materi yang dipelajari tidak hanya berkaitan dengan pembuatan minuman, tetapi juga mencakup komposisi kopi dan pelayanan kepada pelanggan.

Salah satu alumni pelatihan yang kini bekerja sebagai barista di Ngobat adalah Iqbal. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, terutama setelah sebelumnya belum memiliki banyak kegiatan.

Menurut Iqbal, melalui pelatihan itu dirinya mendapatkan pengetahuan mengenai komposisi kopi, cara melayani pelanggan, hingga kesempatan memperoleh penghasilan dari keterampilan yang telah dipelajari.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu jalan bagi peserta untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha, termasuk pada bisnis kopi berskala lokal.

Kolaborasi Pelatihan dan Dunia Usaha

LPK Talenta Cipta Karya diketahui menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dalam program pelatihan yang berlangsung hingga 14 November 2026. Melalui kolaborasi tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Kehadiran Ngobat sebagai tempat bekerja bagi alumni menjadi contoh keterhubungan antara lembaga pelatihan dan pelaku usaha. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang pelatihan, tetapi juga memiliki peluang untuk mempraktikkan keterampilannya dalam lingkungan kerja.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh produk dan aktivitas Ngopi Bareng Teman, informasi dapat ditemukan melalui akun Instagram @ngopibarengtemen. Sementara itu, informasi mengenai kegiatan pelatihan dapat diikuti melalui akun @tciptakarya.

Melalui konsep kopi terjangkau dan keterlibatan alumni pelatihan, Ngopi Bareng Teman menunjukkan bahwa usaha sederhana di tingkat lokal juga dapat menjadi ruang untuk membangun pengalaman, keterampilan, dan peluang ekonomi.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.