Otomotif

BYD Hadirkan M6 DM-i di PEVS 2026: Tawarkan Jarak Tempuh 1.200 Km Tanpa Ketergantungan SPKLU

BYD Hadirkan M6 DM-i di PEVS 2026: Tawarkan Jarak Tempuh 1.200 Km Tanpa Ketergantungan SPKLU

Sumber Gambar: BYD menghadirkan salah satu lini terbaiknya M6 DM-I (Dual Mode Intelligence) di pameran PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) yang telah berlangsung sejak 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran Jakarta. (Foto: stapo.id)

Depok, Stapo.id – Produsen otomotif terkemuka asal Tiongkok, BYD, secara resmi memamerkan kapabilitas teknologi Dual Mode Intelligence (DM-i) melalui peluncuran unit BYD M6 DM-i dalam perhelatan PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kehadiran multi-purpose vehicle (MPV) tujuh penumpang ini dirancang sebagai jawaban taktis bagi konsumen domestik yang mendambakan efisiensi kendaraan elektrifikasi tanpa terbebani kecemasan ketersediaan stasiun pengisian daya umum.

Brand Consultant BYD, Wahyu, mengungkapkan bahwa pergeseran minat masyarakat ke arah kendaraan berteknologi hibrida cerdas kian terakselerasi di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM). Teknologi DM-i yang disematkan pada M6 mengadopsi mekanisme self-charging, sehingga kendaraan mampu mengonsolidasikan daya secara mandiri selama operasional berlangsung tanpa perlu bergantung penuh pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

“Artinya, mereka tidak memiliki ketergantungan dengan spot pengisian daya karena mobil ini tidak butuh charger publik secara konstan, sistemnya bisa mengisi daya sendiri saat melaju,” ujar Wahyu saat ditemui langsung di area pameran PEVS 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam pameran otomotif yang berlangsung mulai 29 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut, BYD memperkenalkan dua varian spesifikasi untuk lini M6 DM-i, yakni tipe Classic dan tipe Cross. Perbedaan mendasar di antara keduanya terletak pada kapasitas penyimpanan baterai traksi serta daya jelajah murni berbasis listrik (Electric Vehicle mode).

“Untuk tipe Classic, dibekali baterai berkapasitas 7,4 kWh yang pada mode full EV mampu menempuh jarak sekitar 45 kilometer. Sementara itu, untuk tipe Cross mengusung baterai 18,3 kWh, di mana jangkauan mode EV murninya sanggup menyentuh 105 kilometer,” papar Wahyu merinci aspek teknis kedua varian.

Kendati dirancang optimal untuk efisiensi mobilitas komuter perkotaan melalui mode listrik murni, keunggulan komparatif utama BYD M6 DM-i justru terpancar pada ketahanan jelajah jarak jauh. Integrasi mesin pembakaran internal efisiensi tinggi dan motor listrik memungkinkan mobil ini mencatatkan jarak tempuh kumulatif hingga 1.200 kilometer dalam kondisi tangki dan baterai terisi penuh, menjadikannya opsi tangguh untuk perjalanan lintas kota tanpa frekuensi pengisian yang repetitif.

Selain kapabilitas swadaya, kendaraan ini tetap mengakomodasi fleksibilitas pengisian daya rumahan (home charging). Dengan memanfaatkan peranti portable charger yang disediakan dalam paket pembelian, proses pengisian daya baterai dari kondisi minimum hingga penuh membutuhkan durasi relatif singkat, yakni sekitar lima jam.

Dipatok pada estimasi harga kompetitif di kisaran Rp380 jutaan, BYD M6 DM-i diproyeksikan memperketat persaingan segmen Hybrid dan elektrifikasi keluarga di Indonesia. Wahyu menegaskan bahwa diferensiasi produk ini terletak pada kepraktisan tanpa kompromi performa. “Tujuan utama mobil ini dihadirkan adalah memberikan fleksibilitas total untuk mobilitas jarak jauh tanpa hambatan adaptasi infrastruktur,” pungkasnya.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.