Metrodata Tekankan Pentingnya ERP Sebagai Langkah Awal Implementasi Anaplan

Sumber Gambar: Pentingnya Sistem ERP Sebagai Fondasi Sebelum Menggunakan Anaplan (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Metrodata menekankan pentingnya kepemilikan sistem ERP bagi perusahaan. Mereka menyarankan pelaku bisnis membangun infrastruktur ini sebelum beralih ke solusi perencanaan canggih seperti Anaplan. Dilansir dari Stapo.id, Bintang selaku perwakilan Anaplan Partnership Metrodata menyampaikan informasi tersebut pada acara Metrodata Solution Day di Hotel Shangri-La, Jakarta.
Menurut Bintang, sistem ERP merupakan landasan utama dalam piramida manajemen data perusahaan. Ia mengibaratkan struktur tersebut sebagai sebuah trinitas yang saling berkaitan erat. “Dasarnya adalah ERP, baru di atasnya masuk ke Anaplan sebagai software planning, dan paling atas adalah visualization dashboard,” jelas Bintang. “Kita mulainya seperti itu,” tambahnya.
Manfaat Sistem ERP sebagai Fondasi Data
Ia memperingatkan pelaku bisnis yang mencoba langsung menggunakan Anaplan tanpa memiliki penyimpanan data yang rapi. Penggunaan spreadsheet secara manual cenderung menghasilkan data yang tidak bersih. Kondisi ini dapat memengaruhi performa serta kapasitas penyimpanan pada sistem Anaplan. Bintang menegaskan bahwa Anaplan membutuhkan pasokan data yang solid agar dapat berfungsi secara maksimal.
Bintang mencontohkan keberhasilan implementasi ini pada perusahaan besar seperti Pertamina. Pertamina menyajikan contoh nyata dengan menggunakan ERP terlebih dahulu sebagai sumber data aktual. Setelah itu, Anaplan membantu mengonsolidasikan keuangan, menyusun anggaran, hingga menyajikan laporan manajemen secara otomatis dan akurat.
Fitur Unggul Platform Perencanaan Bisnis
Anaplan sendiri merupakan platform perencanaan dengan teknologi cloud yang menghubungkan data, tenaga kerja, dan rencana organisasi. Sistem kolaboratif ini menggabungkan divisi keuangan, rantai pasokan, penjualan, dan operasional dalam satu model bersama. Teknologi ini menggantikan peran spreadsheet yang sering menimbulkan kerumitan akibat banyak file yang berserakan. Selain itu, sistem tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan untuk analisis prediktif yang andal.
Bintang juga menonjolkan fitur unggulan Anaplan seperti peramalan kebutuhan rantai pasok atau Sales Order. Layanan ini sangat bergantung pada kesiapan data awal yang bersih. “Intinya kembali lagi, mulailah dari ERP,” pesan Bintang. “Jika ERP sudah siap, baru kita masuk ke software yang lebih advance agar hasilnya maksimal,” sambungnya.
Implementasi teknologi perencanaan modern memang membutuhkan kesiapan infrastruktur data yang matang dari pihak internal perusahaan. Kepemilikan sistem ERP menjadi langkah krusial agar investasi teknologi canggih seperti Anaplan tidak menjadi sia-sia. Dengan data yang bersih dan menyatu, perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan akurat.

