Otomotif

Kecelakaan HR-V Terbalik di Bogor, Kenali Cara Mencegah Microsleep

Ilustrasi cangkir kopi dan kunci mobil di konsol tengah interior kendaraan saat malam hari

Sumber Gambar: dok. Istimewa

Depok, Stapo.id – Kecelakaan Honda HR-V di Jalan Raya Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/10/2026) menjadi pengingat bahwa rasa kantuk saat mengemudi bukan hal sepele. Mobil tersebut dilaporkan oleng, menabrak tiang, kemudian terbalik setelah pengemudi diduga mengalami microsleep.

Dikutip dari detikNews, Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ares Rahman menyebut kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu diduga dipicu kondisi mengantuk dan kurangnya konsentrasi pengemudi. Pengemudi berinisial MK mengalami luka pada bagian kaki dan tangan.

Peristiwa ini menyoroti risiko microsleep, yakni episode tidur singkat yang dapat terjadi tanpa disadari. Dalam hitungan detik, pengemudi bisa kehilangan kesadaran terhadap kondisi jalan, sementara kendaraan tetap bergerak.

Kenali Tanda Microsleep Sebelum Terlambat

Microsleep dapat dipicu kurang tidur, kelelahan, perjalanan panjang, serta berkendara pada waktu tubuh biasanya beristirahat, termasuk dini hari. Jalan yang monoton juga dapat membuat pengemudi lebih mudah kehilangan kewaspadaan.

Sebelum tertidur sesaat, seseorang mungkin merasakan mata berat, sering menguap, sulit mempertahankan fokus, atau tidak mengingat beberapa bagian perjalanan. Kendaraan yang mulai oleng dan melewati marka jalan juga menjadi tanda bahaya.

Korlantas Polri mengingatkan bahwa kantuk dapat memperlambat reaksi dan membuat pengemudi kehilangan kendali. Karena itu, tanda-tanda tersebut tidak seharusnya diabaikan atau dilawan dengan memaksakan diri terus berkendara.

Cara Mencegah dan Mengatasi Microsleep

Langkah pertama dimulai sebelum perjalanan. Pastikan tidur cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam bagi kebanyakan orang dewasa, dan hindari mengemudi ketika tubuh masih lelah. Untuk perjalanan jauh, rencanakan jeda istirahat secara berkala.

Jika kantuk mulai muncul, segera cari tempat aman untuk berhenti, seperti rest area atau lokasi parkir yang diperbolehkan. Istirahat dan tidur singkat dapat membantu memulihkan kewaspadaan. Jangan berhenti di bahu jalan yang berbahaya kecuali dalam keadaan darurat.

Kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara setelah efek kafein mulai bekerja, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tidur. Membuka jendela, menaikkan volume musik, atau mengobrol juga bukan solusi yang dapat diandalkan ketika kantuk berat sudah muncul.

Jika masih mengantuk setelah beristirahat, tunda perjalanan atau minta pengemudi lain yang cukup istirahat untuk mengambil alih. Jangan kembali mengemudi hanya karena merasa sudah sedikit lebih segar.

Keselamatan perjalanan bukan sekadar soal kondisi kendaraan dan keterampilan menyetir. Mengenali batas kemampuan tubuh dan berani berhenti saat mengantuk merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.