Kabar

Indonesia Jajaki Investasi Singkong di Mozambik dan Kamerun

Singkong segar dan tepung tapioka di atas meja kayu dengan pencahayaan alami

Sumber Gambar: Pexels/ Daniel Dan

Kerja sama mencakup teknologi budi daya, peningkatan produktivitas, hingga pembangunan fasilitas pengolahan tapioka untuk memperkuat nilai tambah komoditas pertanian di Afrika.

Depok, Stapo.id – Indonesia menjajaki peluang investasi industri singkong di sejumlah negara Afrika, terutama Mozambik dan Kamerun. Kerja sama ini diarahkan untuk mengembangkan teknologi budi daya, meningkatkan produktivitas, serta membangun fasilitas pengolahan yang dapat mengubah singkong menjadi produk bernilai tambah, termasuk tapioka.

Di Mozambik, penjajakan tersebut dibahas Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Negara Urusan Perdagangan Mozambik António do Rosário Grispos dalam pertemuan bilateral di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Jumat, 16 Oktober 2026. Menurut Kementerian Perdagangan, peluang kerja sama meliputi pemanfaatan teknologi budi daya, peningkatan produktivitas, dan pengembangan fasilitas pengolahan singkong.

Pemerintah Mozambik juga ingin meningkatkan pengolahan komoditas pertanian untuk memperluas pasar ekspor, termasuk ke Amerika Serikat dan Kanada. Namun, kerja sama tersebut masih berada pada tahap penjajakan, sehingga belum dapat dipastikan sebagai investasi yang telah direalisasikan.

Proyek Pengolahan di Kamerun Bernilai US$15 Juta

Perkembangan lebih konkret terlihat di Kamerun. Duta Besar RI untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat menyampaikan bahwa Indonesia dan Kamerun sedang mengembangkan proyek percontohan pengolahan singkong yang ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga tahun.

Proyek tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani pelaku usaha Indonesia dan delegasi bisnis Afrika Tengah dalam TEI 2025. Perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi Indonesia, PT Asindo Tech, menyepakati penyediaan teknologi serta fasilitas produksi pengolahan singkong senilai US$15 juta dengan perusahaan Kamerun, Nego-Titans PLC.

Pemerintah Kamerun, menurut keterangan Dubes Agung yang dikutip ANTARA pada 14 Oktober 2026, menyanggupi penyediaan lahan seluas 4.000 hektare untuk proyek tersebut. Meski demikian, keterangan yang tersedia belum memastikan seluruh lahan akan digunakan khusus untuk perkebunan singkong. Fokus kerja sama yang diumumkan adalah transfer teknologi dan pengembangan kapasitas produksi tapioka di Kamerun.

Peluang Meluas ke Sektor Energi

Selain pengolahan singkong di Kamerun, PT Asindo Tech juga menjalin kerja sama dengan Structural Lifeline Ltd untuk pembangunan pembangkit listrik biogas modular berkapasitas 1,5 megawatt di Chad, dengan nilai kesepakatan US$3,2 juta. Proyek ini menunjukkan bahwa peluang kemitraan bisnis Indonesia di Afrika Tengah juga menjangkau sektor energi, meski bukan bagian dari proyek singkong.

Rangkaian penjajakan tersebut membuka peluang bagi perusahaan Indonesia untuk mengekspor teknologi, menyediakan fasilitas industri, dan membangun kemitraan dengan pelaku usaha setempat. Realisasi manfaat ekonominya akan bergantung pada tindak lanjut kesepakatan, kesiapan infrastruktur, serta pelaksanaan proyek di masing-masing negara.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.