Kojitiam Hadirkan Mi Melayu Otentik Tanpa Pengawet di FLEI 2026

Depok, Stapo.id – Kehadiran Kojitiam dalam acara Franchise & License Expo Indonesia 2026 (FLEI) berhasil menarik perhatian pengunjung lewat sajian mi Melayu otentik yang dibuat tanpa bahan pengawet maupun pemanis buatan. Mengusung konsep makanan rumahan dengan cita rasa khas Asia Tenggara, Kojitiam menghadirkan pengalaman kuliner yang mengedepankan kualitas bahan baku alami dan proses produksi tradisional.
Dalam pameran yang berlangsung di Hall C2 dan C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/5), Kojitiam memperkenalkan sejumlah menu andalan seperti Bak Chor Mee dan Fishball Noodle dengan harga Rp55.000, serta Misua seharga Rp45.000. Seluruh menu dibuat menggunakan mi homemade tanpa tambahan bahan pengawet sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dan autentik.
Founder dan Co-Founder Langsung Mencoba Menu Unggulan Kojitiam
Founder Stapo.id, Farhan Sasongko, turut mencicipi langsung salah satu menu andalan Kojitiam. Menurutnya, kualitas mi yang disajikan memberikan pengalaman rasa yang berbeda dibandingkan hidangan serupa pada umumnya.
“Enak, mienya lebar, dagingnya gurih juga berpadu dengan jamurnya yang manis. Enak banget pokoknya, cuma ada di Kojitiam mi yang kayak begini,” ujarnya usai mencoba menu Bak Chor Mee
Hal serupa juga disampaikan Co-Founder Stapo.id, Pradahlan, yang menilai kekuatan utama Kojitiam terletak pada tekstur mi dan keseimbangan rasa dalam setiap komponennya.
“Saya merasakan sensasi dan nikmatnya Fishball Noodle. Mienya sangat enak dan tebal, dari segi tekstur memang tidak bohong karena homemade dan tidak ada pengawet di mi yang dibuat. Potongan ayam dan ayam cincangnya sangat pas dari sisi rasa, lalu ada jamur tiram dengan rasa manis yang membuat hidangan ini semakin mendukung,” katanya.
Perwakilan Kojitiam, Intan, menjelaskan bahwa seluruh menu dirancang untuk mempertahankan cita rasa otentik tanpa bergantung pada bahan tambahan pangan buatan.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan dilakukan menggunakan bahan segar dan alami.
“Semuanya otentik, kami tidak menggunakan pemanis, pengawet, atau sirup-sirupan,” ujar Intan saat ditemui di lokasi pameran.
Selain menu utama, Kojitiam juga menawarkan minuman khas seperti Longan Angco Tea seharga Rp35.000. Minuman tersebut menjadi perhatian karena tidak menggunakan gula tambahan. Rasa manis diperoleh dari fermentasi buah longan dan angco selama dua hingga tiga hari.
“Manisnya murni dari buah Longan Angco itu. Jadi kalau ada yang bertanya apakah memakai gula, jawabannya sama sekali tidak,” jelasnya.
Kojitiam juga memperkenalkan menu minuman Hor Ka Sai yang memadukan espresso dengan Milo Malaysia dan susu segar. Kombinasi tersebut menghasilkan tekstur minuman yang lebih lembut dan creamy dibandingkan minuman kopi biasa.
Hingga Hari Ini Kojitiam Enggan Membuka Kemitraan

Meski mulai banyak tawaran kerja sama kemitraan, Kojitiam saat ini masih fokus mengembangkan gerai mandiri mereka yang berlokasi di kawasan Puri Kembangan. Pengunjung yang melakukan transaksi minimal Rp300.000 selama pameran juga mendapatkan voucer makan senilai Rp50.000 hingga Rp100.000 yang dapat digunakan di gerai pusat untuk menikmati menu lainnya, mulai dari bakso goreng ayam hingga kudapan tradisional seperti kue mangkok dan lupis.
Kehadiran Kojitiam di FLEI 2026 memperlihatkan bahwa tren makanan autentik tanpa pengawet semakin diminati masyarakat urban. Dengan mengutamakan kualitas bahan alami dan cita rasa khas Melayu, Kojitiam mencoba menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya lezat, tetapi juga lebih sehat bagi konsumen modern.
