Java Preanger Tea Produk Indikasi Geografis, Pamerkan Teh Putih Unggulan dengan Kualitas Ekspor di FBPI 2026

Sumber Gambar: Produk unggulan Java Preanger Tea mulai dari Green Tea hingga White Tea di FBPI 2026. (Foto: stapo.id)
Depok, Stapo.id – Java Preanger Tea, produk teh premium dengan Indikasi Geografis (IG) terkemuka dari Jawa Barat, memamerkan keunggulannya di Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026. Dalam gelaran yang berlangsung di JICC Senayan, Jakarta, pada 3-5 November 2026, perwakilan Java Preanger Tea, Rohayati, menyoroti varian teh berkualitas ekspor yang telah sukses menembus pasar Jepang dan Korea Selatan. Dalam pameran tersebut, Java Preanger Tea membawa lima varian utama, yakni green tea, houjicha tea, Sencha tea, Jasmine tea, dan produk andalannya, white tea. Rohayati menjelaskan bahwa produk teh putih menjadi primadona dalam jajaran produk mereka karena proses pengolahannya yang khusus serta khasiat kesehatan yang sangat tinggi bagi konsumen.,Menggarisbawahi keistimewaan White Tea, Rohayati menyatakan, “White Tea yang paling mahal karena manfaatnya luar biasa, setara dengan kolagen alami.” Produk unggulan ini, yang merupakan 100% Gamboeng White Tea (Silver Needle/Pekoe) yang diproses dari pucuk daun teh termuda tanpa melalui oksidasi enzimatis, dibanderol Rp150.000 untuk kemasan 50 gram, Rp90.000 untuk 30 gram, dan mencapai Rp1.000.000 per kilogram.,Rohayati menambahkan, khasiat Excellent Gamboeng White Tea tidak hanya sebatas kolagen alami. Produk ini kaya akan antioksidan tinggi dan polifenol, bahkan satu cangkir diklaim memiliki aktivitas antioksidan setara 12 gelas jus jeruk. Manfaat lainnya meliputi penangkal radikal bebas, penurun kolesterol, pencegah stroke dan serangan jantung, penjaga fungsi hati, antivirus (termasuk uji laboratorium pada Avian Influenza H5N1 di UNAIR), anti-penuaan dini, penurun gula darah, pembakar lemak, antikanker, serta pencegah batu empedu.,Kehadiran Java Preanger Tea di FBPI 2026 sekaligus memperkuat statusnya sebagai produk Indikasi Geografis (IG) yang diakui secara nasional. Nama ‘Preanger’ sendiri adalah transliterasi Belanda untuk ‘Priangan,’ wilayah di Jawa Barat yang telah dikenal sebagai ‘green gold area’ sejak abad ke-18. Saat itu, varian teh Assamica diperkenalkan dan mendongkrak popularitas teh Priangan sebagai teh kualitas terbaik di dunia, turut membangun julukan Paris van Java. Selain white tea, varian Sencha tea juga menonjol karena diproduksi dari tanaman khusus dengan proses pengolahan yang cermat.,Tak hanya White Tea, Java Preanger juga menawarkan Premium Nagara Kanaan Green Tea, yang merupakan 100% Pekoe Super yang diproses melalui metode pan-firing tanpa oksidasi. Teh hijau ini menawarkan rasa sepat yang lembut (nice astringent taste) dengan aroma bunga jeruk (citrus flower aroma). Untuk penyeduhan optimal, disarankan menggunakan 2 gram atau 1 sendok teh green tea dengan 200 ml air bersuhu 90°C, didiamkan 3-5 menit dan dianjurkan dikonsumsi tiga kali sehari. Seluruh produk Java Preanger Tea diproduksi dengan mematuhi standar Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Manufacturing Practices (GMP), menggunakan varietas lokal dan dikelola oleh komunitas Sunda yang terlatih di pegunungan Jawa Barat pada ketinggian sekitar 1500 MDPL.,Untuk menjamin keaslian dan kualitas, setiap kemasan produk otentik Java Preanger Tea wajib mencantumkan Logo Indikasi Geografis (IG) Indonesia resmi, label teks pelindung ‘Java Preanger Tea’ / ‘Teh Java Preanger’, logo produk IG terdaftar, serta Kode Asal (Code of Origin) untuk traceability berdasarkan izin Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Teh Java Preanger (MPIG – TJP). Forum Bisnis Paten Indonesia 2026 ini diharapkan menjadi platform strategis bagi produk-produk lokal bersertifikasi IG untuk semakin memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat domestik maupun mancanegara, serta mengukuhkan posisinya sebagai ‘green gold’ dari Priangan.
