Kabar

Industri MICE Perkuat Ekonomi Kreatif Menurut Direktur Politeknik Negeri Jakarta

Direktur Politeknik Negeri Jakarta Dr. Syamsurizal, S.E., M.M Dalam Sambutan Pembukaan INAMICE 2026 di Jakarta (arsip stapo.id)
Direktur Politeknik Negeri Jakarta Dr. Syamsurizal, S.E., M.M Dalam Sambutan Pembukaan INAMICE 2026 di Jakarta (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Industri MICE kini menjadi pilar strategis dalam upaya memperkokoh struktur ekonomi nasional melalui sektor pariwisata dan kreatif. Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Dr. Syamsurizal, S.E, M.M, menyampaikan pandangan tersebut secara mendalam. Ia menekankan peran vital sektor ini dalam menggerakkan roda ekonomi usaha kecil di Indonesia.

Signifikansi Industri MICE bagi Pelaku UMKM

Syamsurizal menjelaskan bahwa potensi sektor ini mencakup berbagai aspek mulai dari pameran hingga pertemuan skala besar. Keberadaan agenda internasional tersebut secara otomatis memberikan dampak positif bagi para pelaku industri kreatif lokal. Mereka mendapatkan peluang pasar yang lebih luas melalui acara-acara tersebut.

“Industri MICE adalah salah satu industri di Indonesia yang mendukung sektor pariwisata, pameran, konferensi, dan insentif. Tentu sektor ini juga menguatkan ekonomi usaha kecil dan industri kreatif,” ujar Syamsurizal. Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri perhelatan INAMICE 2026 di Arion kemang Jakarta Rabu (17/6).

Tantangan Infrastruktur Kota Internasional

Direktur Politeknik Negeri Jakarta Dr. Syamsurizal, S.E., M.M Saat Hadir di INAMICE 2026 (arsip stapo.id)
Direktur Politeknik Negeri Jakarta Dr. Syamsurizal, S.E., M.M Saat Hadir di INAMICE 2026 (arsip stapo.id)

Meskipun memiliki potensi besar, pengemasan produk wisata dan pameran di tanah air masih memerlukan optimalisasi. Syamsurizal menyoroti perlunya pembenahan total pada infrastruktur pendukung di Jakarta sebagai kota berskala internasional. Hal ini mencakup ketersediaan hotel berkualitas hingga pusat pameran modern.

Sistem transportasi publik yang saling terhubung juga menjadi faktor penentu keberhasilan industri ini. Tantangan utamanya terletak pada ketidaksiapan sarana tertentu serta dukungan regulasi pemerintah yang dirasa belum maksimal. Ia berharap pemerintah meningkatkan perhatian terhadap fasilitas penunjang kegiatan berskala besar ini.

Politeknik Negeri Jakarta berkomitmen memberikan kontribusi nyata melalui penyediaan data riset yang valid bagi pengambil kebijakan. Sinergi ini bertujuan agar keputusan strategis Kementerian Pariwisata berlandaskan pada realita lapangan. Pengalaman akademis menjadi dasar kuat untuk pengembangan industri ke depan.

“Melalui INAMICE 2026, Politeknik Negeri Jakarta juga mendukung Kementerian Pariwisata dalam pengambilan keputusan kebijakan berdasarkan data dan pengalaman serta kajian industri MICE yang kami berikan kepada mereka,” pungkas Syamsurizal. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu membawa perubahan signifikan pada iklim bisnis nasional.

Perkembangan sektor ini memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara akademisi, praktisi, dan juga pemerintah. Peningkatan infrastruktur bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Keberhasilan menata industri ini akan menempatkan Indonesia sebagai destinasi utama kegiatan internasional.