Impresi Test Drive Polytron G3+: Setir Ringan dan Jambakan Mode Sport yang Instan

Sumber Gambar: Polytron G3+ Hadir di GIIAS 2026, Membawa Semangat Baru Produk Otomotif Lokal (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Produsen elektronik lokal, Polytron, resmi meluncurkan Medium SUV listrik terbaru mereka, Polytron G3+, pada ajang GIIAS di ICE BSD. Kendaraan ini mengusung basis Skywell BE11 dengan berbagai pembaruan kosmetik dan kenyamanan berkendara. Langkah ini menandai komitmen perusahaan dalam menghadirkan opsi kendaraan ramah lingkungan yang kompetitif bagi masyarakat.
Perusahaan menawarkan skema penjualan unik berupa sistem sewa baterai untuk menekan kekhawatiran konsumen terhadap biaya komponen. Faisal selaku Sales Polytron menjelaskan bahwa harga baterai kendaraan listrik memang cenderung mahal dan mengalami degradasi setelah pemakaian. Melalui sistem sewa ini, konsumen mendapatkan proteksi penuh dari dealer jika terjadi kerusakan baterai. Faisal mengungkapkan kelebihan sistem tersebut. Ia menyatakan, “Jika menggunakan sistem sewa baterai, harganya menjadi sepertiganya.” Ia menambahkan, “Kalau beli secara penuh, harganya Rp505.500.000, sedangkan dengan sistem sewa baterai kendaraannya menjadi Rp373.500.000,”.
Keunggulan Fitur Polytron G3+
Mobil listrik Polytron G3+ ini mengusung baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 51,916 kWh. Sistem penggerak tersebut menghasilkan tenaga hingga 201 dk dengan torsi maksimal mencapai 320 Nm. Selain itu, kendaraan ini juga membawa peningkatan interior seperti panoramic sunroof dan XBR Premium audio system. Kehadiran fitur built-in 220V Power Plug juga memungkinkan pengguna menyalakan televisi atau konsol game langsung dari mobil.
Pengalaman Berkendara dan Catatan Evaluasi
Jurnalis Stapo.id, Pradahlan, membagikan impresi langsung saat melakukan uji kendara di lokasi pameran. Ia merasakan karakter kemudi yang ringan serta jok empuk yang menunjang kenyamanan pengemudi. Akselerasi mode sport menghasilkan respons instan tanpa hambatan jeda sama sekali. Namun, ia memberikan catatan mengenai Polytron G3+ yang memiliki kapasitas baterai kurang maksimal untuk menghasilkan jarak tempuh optimal.
Saat sesi test drive, interaksi menarik berlangsung antara wiraniaga dan salah satu peserta. Faisal bertanya, “Gimana Bang jadi penumpang, asyik tidak?”. Peserta tersebut memberikan jawaban singkat, “Iya asyik, deg-degan doang.”. Faisal merespons dengan positif, “Inilah gunanya test drive untuk mencari feel-nya,”.
Langkah strategis Polytron G3+ melalui garansi seumur hidup memberikan rasa aman tambahan bagi para calon konsumen. Sistem sewa baterai ini berpotensi menjadi solusi jitu untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar domestik. Produsen lokal kini berhasil menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing melalui inovasi layanan purna jual yang menarik.

