Green Ecosystem Technopark Hadir di Pulau Rengit

Sumber Gambar: PLN Nusantara Power Hadir di Global Hydrogen Ecosystem 2026 (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – PLN Nusantara Power memperkenalkan Green Ecosystem Technopark dalam Global Hydrogen Ecosystem 2026 Summit and Exhibition. Pameran tersebut berlangsung di JICC Senayan Jakarta sejak tanggal 21 hingga 23 Juli 2026. Perusahaan memamerkan inovasi hijau ini untuk wilayah Pulau Rengit Provinsi Bangka Belitung.
Meskipun proyek ini belum memiliki jadwal peresmian formal namun aktivitas lapangan sudah berjalan lancar. Perwakilan PLN Nusantara Power menjelaskan status terkini proyek strategis tersebut secara langsung kepada media. “Pulau Rengit, tapi belum diresmikan” ujarnya saat menjelaskan kondisi proyek di lokasi pameran.
Misi Digitalisasi Energi Melalui Green Ecosystem Technopark
Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk mendorong modernisasi sistem kelistrikan pedesaan secara digital. Langkah nyata ini memastikan distribusi energi berjalan efisien dan transparan. Pengembang merancang teknologi ini untuk meningkatkan taraf hidup warga melalui akses listrik berkualitas.
Selain itu, teknologi digital ini juga berfokus penuh pada pelayanan masyarakat di daerah pelosok. Pihak PLN Nusantara Power menegaskan misi sosial di balik proyek modern tersebut. “Iya, jadi digitalisasi untuk listrik di desa ini” tambahnya saat memaparkan keunggulan sistem.
Oleh karena itu, proyek ini menjadi ekosistem teknologi pertama yang mendapat dukungan penuh dari perusahaan untuk wilayah tersebut. Pihak manajemen mengonfirmasi keunikan fasilitas ini dalam peta energi nasional. “Iya, pertama. Baru satu” pungkas perwakilan tersebut dengan nada optimis.
Dampak Positif Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Inovasi ramah lingkungan ini menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan kapasitas daya sebesar 10 MWh. Fasilitas ini sangat krusial sebagai percontohan ekosistem hijau masa depan di Indonesia. Kehadiran teknologi ini memicu perubahan besar bagi kualitas hidup masyarakat lokal.
Sementara itu dalam video testimoni yang diperlihatkan melalui LED TV PLN Nusantara Power, Ketua RW 01 Sofian membagikan kisah sukses mengenai kehadiran listrik bersih tersebut di lingkungannya. Warga Pulau Garsik kini bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh setiap hari. Sebelumnya wilayah ini sering mengalami kendala kelistrikan yang cukup mengganggu aktivitas harian.
Sebelumnya, menurut Sofian fasilitas lama hanya bertahan selama dua hingga tiga tahun lalu berhenti beroperasi. “Alhamdulillah, semenjak PLTS masuk ke Pulau Garsik, saat ini listrik sudah menyala selama 24 jam” ujar Sofian. Ia merasa bersyukur karena warga kini memperoleh kebutuhan dasar akan penerangan secara maksimal.
Kini, pengembang membangun sistem PLTS baru dengan kapasitas daya sebesar kurang lebih 79 kWp. Teknisi memasang dua jenis panel surya yaitu tipe kanopi dan tipe mono di area atap bangunan. Langkah ini memaksimalkan penyerapan energi matahari untuk menerangi rumah warga sepanjang hari.
Hasilnya, warga menyambut gembira perubahan positif yang membawa suasana baru yang jauh lebih hidup ini. “Sekarang, suasana di Pulau Garsik sudah jauh berbeda karena listrik sudah bisa berjalan 24 jam dibandingkan saat awal kami masuk dulu” lanjut Sofian.
Secara keseluruhan kehadiran Green Ecosystem Technopark memberikan solusi energi bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat. Langkah digitalisasi ini mempercepat kemandirian energi dan meningkatkan produktivitas ekonomi warga lokal secara nyata. Keberhasilan proyek percontohan ini membuka peluang besar untuk penerapan teknologi serupa di pulau lainnya.

