Insight

EGR System Maintenance, Solusi Efektif Jaga Mesin Diesel Euro 4

Henry Worung dari BG Indonesia memaparkan inovasi pembersihan sistem pembuangan (arsip stapo.id)
Henry Worung dari BG Indonesia memaparkan inovasi pembersihan sistem pembuangan (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – EGR System Maintenance menjadi solusi krusial bagi perawatan mesin diesel standar Euro 4 di Indonesia. Henry Worung dari BG Indonesia memaparkan inovasi pembersihan sistem pembuangan pada GIICOMVEC 2026 (10/4). Beliau menjelaskan di Classroom Area dari BG Products “Seminar Komponen EGR dan Perawatan Mesin Diesel Dengan Chemical” bagaimana komponen ini bekerja menjaga ambang batas emisi kendaraan niaga modern.

Sistem Exhaust Gas Recirculation atau EGR memiliki peran sangat vital dalam menekan polusi udara. Henry menjelaskan bahwa teknologi ini jauh lebih praktis untuk pasar domestik daripada sistem lainnya. Beliau menekankan bahwa kemudahan mekanisme menjadi alasan utama pabrikan menggunakan teknologi tersebut di tanah air.

“Nah, kalau di Eropa pakainya SCR, di sini kita juga pakainya EGR karena sistemnya lebih simpel dibanding SCR. Nah, kalau SCR itu Selective Catalyst Reduction, dia pakai AdBlue atau diesel exhaust fluid. Jadi kalau ada tangki Solar, berarti dia pakai SCR, biasanya di Euro 5. Fungsinya sama, SCR dan EGR itu sama-sama untuk mengurangi emisi NOx,” jelas Henry Worung saat sesi presentasi Classroom.

Tantangan Emisi Gas Buang Mesin Diesel

Penggunaan bahan bakar jenis Biosolar seperti B35 dan B40 memberikan tantangan tersendiri bagi pemilik truk. Kandungan sulfur yang tinggi berpotensi menyumbat saluran gas buang secara permanen. Henry menyebutkan bahwa penumpukan jelaga atau soot sering kali menghambat kinerja katup mesin diesel tersebut.

“Penyebab EGR kotor itu karena gas buang hasil pembakaran sebagian dikembalikan ke intake melewati EGR valve. Fungsinya untuk menurunkan temperatur di ruang bakar sehingga emisi NOx ikut turun. Nah, ini yang sering disalahpahami, EGR itu Exhaust Gas Recirculation, artinya gas buang diresirkulasi kembali ke intake dan masuk lagi ke ruang bakar. Dulu saya sempat berpikir gas itu dibakar ulang supaya emisinya turun,” ungkapnya.

Kondisi jalanan di Indonesia yang sering macet memperburuk tumpukan karbon pada komponen pendingin. Henry mengingatkan para pengusaha bahwa harga komponen orisinal sangat tinggi jika mengalami kerusakan total. Biaya penggantian suku cadang dapat mencapai puluhan juta rupiah jika pemilik mengabaikan jadwal servis rutin.

“EGR cooler ini kalau di Isuzu bisa 15 jutaan. 15 jutaan. Kalau misalnya yang ini ya, lebih mahal lagi katupnya sekitar mungkin hampir 20 atau 25 jutaan. Dan ini sudah banyak kita temuin beberapa case sudah nggak bisa dibersihkan lagi, ini mampet total,” tambah Henry memberikan peringatan teknis.

Keunggulan Layanan EGR System Maintenance

BG Indonesia memperkenalkan metode pembersihan tiga langkah yang sangat efisien bagi operasional bengkel. Layanan EGR System Maintenance ini mencakup proses perendaman, pembilasan, hingga pengeringan komponen secara menyeluruh. Inovasi ini memangkas waktu tunggu pengerjaan secara signifikan dibandingkan metode konvensional di bengkel resmi.

“Jadi tiga step simpel proses BG ini selesai dalam waktu hanya satu jam. Dari yang biasa pengerjaan seharian sampai satu mingguan, ini kita kerjakan hanya dalam waktu satu jam saja,” tegas Henry mengakhiri pemaparannya. Teknologi ini diharapkan mampu membantu wirausaha menjaga produktivitas armada truk mereka tetap optimal setiap hari.

Dengan begitu para pemilik kendaraan niaga atau komersial harus tetap menjaga kesehatan kendaraan karena bahan bakar yang digunakan juga mempengaruhi kinerja mesin bekerja, jika tidak dirawat dengan baik maka kendaraan niaga ataupun operasional khususnya kendaraan Diesel akan terkikis dan rusak sebelum waktunya servis. Jadi jangan menunda apabila mesin Throttle Body (TB) mengalami perubahan performa atau kotoran yang menumpuk segera konsultasikan dibengkel terdekat dan pastinya gunakan produk BG Indonesia yang sudah terjamin kualitasnya.