Bisnis

Bukan Pasar Lokal: Tanaman Hybrid Papua Dari Fitotech Agri Seharga Rp 250 Juta Ini Incar Kolektor Dunia

Ilustrasi Tanaman Hybrid Papua untuk Stapo.id

Sumber Gambar: Komoditas Ekspor Baru: Menakar Cuan Hingga Ratusan Juta Rupiah dari Persilangan Flora Papua Oleh Fitotech Agri (arsip stapo.id)

Depok, Stapo.id – Ajang pameran flora FLOII Expo 2026 di ICE BSD menghadirkan aneka tanaman eksotis yang memukau mata pengunjung. PT Fitotech Agri Lestari memperkenalkan flora istimewa hasil persilangan Cyrtosperma macrotum dan Cyrtosperma hambali. Kehadiran tanaman hybrid Papua ini sukses menyedot perhatian banyak kalangan karena memasang nilai fantastis hingga Rp250 juta.

Keunikan Visual dan Pemuliaan Tanaman Hybrid Papua

Pengunjung pameran kerap keliru menebak identitas botani flora asal belantara timur nusantara tersebut. Warna merah menyala pada bagian daun membuat orang menduganya sebagai jenis tanaman hias lain. Melky selaku perwakilan dari Fitotech Agri mengamati langsung kebingungan para pengunjung stan pameran.

“Dari kemarin orang lewat mengira ini bukan Syngonium, melainkan bunga merah. Saat dilihat, mereka bilang, ‘Oh, bukan Syngonium,’ lalu ada yang bilang, ‘Anthurium,’ ‘Alocasia,’ atau ‘Caladium.’ Soalnya Anthurium biasanya hijau, tapi ini merah,” ujar Melky saat menjelaskan respon publik. Warna mencolok tersebut memang menjadi daya pikat utama yang membedakannya dari varietas konvensional.

Perusahaan yang berpusat di Bogor tersebut menjalankan proses pemuliaan flora dengan tingkat kesulitan tinggi. Pembudidaya memerlukan masa penyerbukan hingga pembuahan selama enam bulan serta masa semai selama tiga bulan tambahan. Melky menambahkan, “Sampai dia tumbuh besar dan berbunga seperti ini lagi, butuh waktu satu setengah tahun lebih.”

Peluang Ekspor dan Nilai Investasi Hortikultura

Karakteristik pertumbuhan yang memakan waktu lama menjadikan tanaman hybrid Papua ini komoditas bernilai tinggi. Fitotech Agri mengarahkan target pasar flora langka ini kepada para kolektor tanaman hias internasional. Selain itu, pemilik wajib menjaga suhu tropis stabil agar flora tersebut mampu beradaptasi dan terus bertumbuh subur.

Kehadiran flora hibrida bernilai ratusan juta rupiah ini membuktikan potensi besar inovasi hortikultura nasional di kancah global. Langkah Fitotech Agri melestarikan plasma nutfah sekaligus menciptakan persilangan unggul membuka peluang agribisnis bernilai tambah. Oleh sebab itu, pemuliaan flora lokal dapat memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia pada pasar internasional.

Disclaimer: Konten ini adalah materi iklan dari MGID. Stapo.id tidak terkait dengan materi iklan ini.