PRESS RELEASES KULIAH UMUM MICE 2026

Sumber Gambar: Kuliah Umum MICE Politeknik Negeri Jakarta 2026
Jakarta Pusat (17/9) — Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta kembali menyelenggarakan Kuliah Umum MICE ( Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions ) 2026 yang bertempat di Auditorium Lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Acara ini dihadiri sebanyak 215 peserta yang terdiri dari siswa/i SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi. Tahun ini, Kuliah Umum MICE mengangkat tema “MICE dan AI: Profesi Baru, Skill Baru, Masa Depan Baru”. Tema tahun ini diangkat sebagai bentuk respon terhadap pesatnya perkembangan Artificial Intelligence di sektor business event. Kehadiran AI dipandang bukan sebagai ancaman yang menggantikan peran manusia, melainkan sebagai tools pendukung untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kreativitas kerja.
Rangkaian diskusi panel dipandu oleh Ibu Karbala Madania, S.I.Kom., M.Si. selaku moderator. Sesi pemaparan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang meninjau penerapan AI dari tiga sudut pandang (akademisi, pemerintah, dan praktisi). Sesi pertama dimulai oleh Ibu Meisa Sofia, S.Tr., M.Par. selaku narasumber akademisi dengan topik MICE & AI: Keterampilan dan Kesiapan di Industri MICE, beliau merupakan Dosen Program Studi MICE di Politeknik Negeri Jakarta. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa MICE merupakan industri kreatif berbasis pengalaman yang jauh lebih luas dari sekadar event organizer, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 15% pada tahun 2026. Dalam kaitannya dengan AI, beliau menyarankan agar pemanfaatan AI tetap dibarengi dengan sentuhan manusia, contohnya seperti tidak menyerahkan seluruh proses desain atau perencanaan secara instan kepada AI. Antara manusia dan AI harus terjalin kolaborasi di mana AI diposisikan sebagai partner.
Pemaparan dilanjutkan oleh Ibu Diah Utami, S.E. yang menjabat sebagai Analisis Kebijakan Ahli Madya KOMDIGI, beliau menjelaskan besarnya potensi sektor ini, di mana perputaran ekonomi dari rangkaian kegiatan MICE nasional mencatatkan nilai mencapai Rp11,82 Triliun, Pemerintah berperan penting dalam merumuskan regulasi pemanfaatan AI salah satunya melalui penyusunan Peta Jalan AI Nasional 2026–2029 untuk mewujudkan ekosistem AI yang aman, inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
Dilanjutkan dengan narasumber terakhir yaitu, Bapak Rumpoko Hadi, S.Sos., M.M.T. Board of Director Dyandra Promosindo, beliau menyampaikan bahwa Industri MICE dipastikan akan terus bertumbuh seiring hadirnya AI. AI mentransformasi seluruh siklus hidup acara ( event lifecycle ), mulai dari perencanaan, promosi, eksekusi registrasi, hingga evaluasi analitik pengunjung. Pemanfaatan AI sebagai alat bantu yang optimal justru akan membuka ruang kreativitas baru serta memunculkan peran strategis seperti Event Data Analyst dan Visitor Experience Designer.
Melalui pelaksanaan Kuliah Umum MICE 2026 ini, diharapkan para peserta dapat memahami bahwa teknologi dan AI hadir untuk melengkapi kemampuan manusia. Dengan penguasaan skill baru, pemahaman etika, dan semangat kolaborasi, generasi muda siap menjadi penggerak utama masa depan industri MICE Indonesia.
Akademisi Meisa Sofia, S.Tr., M.Par MICE & AI Keterampilan dan Kesiapan di Industri MICE Kesiapan apa yang harus dimiliki pada saat masuk dunia MICE ? MICE itu bukan sekedar event organizer aja, 15% proyeksi pertumbuhan industri MICE pada Pada saat menggunakan AI disarankan tetap harus ada sentuhan kalian (contoh pada saat pembuatan design) jangan semua full AI/tradisional saja Antara AI dan manusia harus ada kolaborasi, jadikan mereka partner, Hasilnya sudah menjadi kolaborasi antara diri sendiri dan AI Yang tidak bisa digantikan oleh AI: empati, kepekaan budaya, storytelling, kepemimpinan Masa depan MICE ada di tangan kita
Government, Diah Utami, S.E Membangun Ekosistem Digital dan kolaborasi AI Perputaran ekonomi dari industri cukup besar, yaitu Rp11,82 T Kebijakan AI nasional, membuat Peta Jalan AI NAsional 2026-2029 (mewujudkan ekosistem AI yang aman , inklusif, produktif, dan berkelanjutan untuk Indonesia maju) Etika Kecerdasan Artifisial (Pemanfaatan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab , berpusat pada manusia) Pemerintah bisa berkontribusi berperan untuk membuat regulasi dalam penggunaan AI terutama di industri MICE
Praktisi, Rumpoko Hadi Industri Berpeluang dan Berdaya Jangan karena rasa takut kita tidak mengoptimalkan teknologi Contoh pertama camera coda Industri mice akan tetap bertumbuh dengan adanya AI AI itu peluang dan kita gunakan secara maksimal serta mengoptimalkan media tersebut sebagai tools dan akan menghasilkan sesuatu yang optimalkan Masuknya AI ke industri bukan berarti berhenti berkembang justru kita dituntut mejadi lebih berkembang, kreatif dan inovatif Perkembangan ai baw aperubahan Ai membuka peluang baru bagi industri mmice teknologi membantu manusia dalam, tekonologi tetap sebuah alat Membutuhkan kolaborasi, akademisi, praktisi, pemerintah
