Buka FLOII Expo 2026, Kepala Badan Karantina Dorong Ekspor Tanaman Hias Lewat Generasi Muda

Sumber Gambar: Dukung Ekspor Tanaman Hias, Kepala Badan Karantina Bidik Peran Eksportir Muda di FLOII Expo (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., secara resmi membuka gelaran FLOII Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang. Pameran tanaman hias berskala internasional ini berlangsung mulai Kamis (17/9) hingga 20 September 2026 mendatang. Penyelenggara mengusung kampanye kreatif #DimulaiDariSatu guna mengajak masyarakat merawat tanaman demi menjaga kesehatan mental dan lingkungan.
Peluang Ekspor Tanaman Hias dan Peran Milenial
Dalam sambutannya, Karding menyoroti perkembangan pesat sektor florikultura yang kini telah bergeser menjadi industri yang sangat menjanjikan. Meskipun nilai ekspor tanaman hias mengalami penurunan dari Rp4,42 triliun pada 2025 menjadi Rp3,51 triliun pada 2026, pemerintah tetap optimis. Sektor ini tidak hanya berfokus pada angka penjualan semata melainkan juga pada pengenalan identitas keindahan alam Indonesia.
“Kita tidak hanya mengekspor namun kita mengenalkan identitas keindahan alam yang bagus,” ujar Karding di depan para peserta pameran.
Pemerintah saat ini sedang aktif membangun ekosistem tanaman yang lebih luas untuk memberikan nilai tambah bagi UMKM. Karding menilai keterlibatan generasi muda sangat penting untuk membawa produk lokal menembus pasar internasional yang kompetitif. Kolaborasi dan inovasi yang konsisten menjadi modal utama dalam memajukan industri kreatif ini ke kancah global.
“Kawan-kawan milenial ini menjadi penggerak di berbagai daerah di Indonesia. Tentu dalam transisi ekspor tanaman hias ini diperlukan kolaborasi dan inovasi,” kata Karding.
Melindungi Biodiversitas demi Masa Depan Bangsa
Selain mendorong perdagangan, Karding mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam hayati di tengah kemajuan teknologi yang pesat saat ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi canggih tidak boleh merusak keanekaragaman hayati yang menjadi keunggulan utama Indonesia di mata dunia. Langkah pelestarian ini akan terus memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
“Satu hal yang perlu diperhatikan Bapak dan Ibu sekalian, kita boleh mengeksploitasi teknologi dan inovasi, namun jangan sampai hal tersebut merusak biodiversitas kita yang sangat luar biasa. Itu adalah aset masa depan yang tidak dimiliki oleh negara lain,” ujar Karding dalam pidatonya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengelola seluruh kekayaan alam ini secara bijaksana dan berkelanjutan. Karding menegaskan bahwa melimpahnya kekayaan hayati tanah air menuntut tanggung jawab besar dari seluruh elemen masyarakat.
“Kita termasuk salah satu negara terkaya dalam hal biodiversitas. Jadi, tugas kita adalah menjaga dan mengembangkannya secara optimal,” tambahnya.
Secara keseluruhan, gelaran FLOII Expo 2026 ini bukan sekadar ajang pameran tanaman hias biasa bagi para pencinta flora. Acara ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi ekspor tanaman hias Indonesia sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya konservasi alam. Melalui kolaborasi lintas generasi, industri florikultura nasional memiliki potensi besar untuk tumbuh berkelanjutan dan menggerakkan perekonomian hijau.
