Berawal dari Konten Iseng, Alika Najma Sukses Bangun Bisnis Kriya Eksklusif Rue

Sumber Gambar: EKONOMIS SIRKULAR FESYEN: Display Ragam Produk Perhiasan Eksklusif Koleksi Re: Bloom besutan Brand Rue yang dipamerkan Pada Rakernas III HIPPI di Djakarta Theater (12/10). Mengusung Konsep Daur Ulang dari Plastik Botol Bekas yang dipadukan Dengan Material Baja nirkarat, Lini Produk kriya ini Sukses Menembus pasar Ritel Modern Dengan Rentang Harga Rp 40.000 hingga Rp 125.000 per unit. (Foto: Stapo.id)
Depok, Stapo.id – Alika Najma memamerkan karya terbarunya dalam ajang Rakernas III HIPPI di Djakarta Theater pada Senin (12/10). Pendiri jenama Rue tersebut memperkenalkan koleksi Re: Bloom yang mengolah limbah botol plastik menjadi perhiasan menawan. Inovasi ini membuktikan bahwa barang buangan mampu menjelma menjadi produk kriya bernilai tinggi. Karya kreatif tersebut menyajikan keindahan botol bekas yang terinspirasi dari ketangguhan bunga.
Inovasi Aksesori Limbah Plastik Lewat Koleksi Re: Bloom
Craft Enthusiast ini memulai usahanya tanpa rencana bisnis yang matang. Ia memperoleh inspirasi awal saat berselancar di media sosial daring. “Sebenarnya awalnya kami iseng-iseng. Pernah lihat di Pinterest dan TikTok di mana botol plastik bisa didaur ulang menjadi aksesori. Di situ awalnya saya membuat konten, tapi belum berniat untuk jualan,” ujar Alika. Antusiasme warganet kemudian mendorong Alika untuk menekuni hobi kriya ini menjadi bisnis profesional.
Melalui teknik pemanasan dan pencetakan khusus, Rue menyulap material bekas menjadi ornamen bunga yang tangguh. Koleksi aksesori limbah plastik ini kini menawarkan desain mutakhir dengan sentuhan material baja nirkarat. Penggunaan bahan logam tersebut membuat tampilan perhiasan menjadi semakin kokoh dan elegan. Konsumen dapat membeli produk Rue dengan rentang harga Rp40.000 hingga Rp125.000 per unit.
Rue memasarkan produknya secara daring melalui kanal Instagram serta menitipkan koleksi perhiasan di Bali. Saat ini empat orang pekerja perempuan membantu seluruh proses produksi secara berkala. Kolaborasi tim ini memastikan setiap detail aksesori limbah plastik tampil rapi serta memenuhi standar mutu.
Misi Sosial dan Peluang Pemberdayaan Perempuan
Selain menjalankan bisnis komersial, Rue aktif mengusung misi sosial yang menjangkau berbagai penjuru daerah. Alika menggelar lokakarya daur ulang limbah di Labuan Bajo, Bali, Pulau Kelapa, hingga kawasan Bekasi. Program desa binaan ini melatih ibu-ibu setempat agar menguasai keterampilan daur ulang secara mandiri. Kegiatan tersebut memberi kesempatan baru bagi barang buangan agar kembali mekar menjadi karya memikat.
Langkah Rue menunjukkan potensi ekonomi sirkular yang menggabungkan kreativitas fesyen dan kepedulian lingkungan. Inisiatif semacam ini membuka lapangan kerja baru sekaligus mengurangi timbunan sampah secara nyata di masyarakat. Model bisnis ini membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan dapat berjalan selaras dengan keuntungan finansial.
