Arwana Ceramics Tawarkan Keramik TKDN Tinggi dan Tekstur Anti Licin di Pameran NICE PIK 2

Sumber Gambar: Pameran Lantai Keramik Arwana Ceramics di NICE PIK 2 (arsip stapo.id)
Tangerang, Stapo.id – Industri bahan bangunan nasional terus menunjukkan daya saing yang kuat di tengah meningkatnya kebutuhan sektor properti dan konstruksi. Salah satu buktinya terlihat di pameran Indonesia’s Integrated Building, Design & Property Ecosystem yang menghadirkan tiga pameran besar sekaligus, yakni KERAMIKA Indonesia, MEGABUILD Indonesia, dan MEGAPROPERTY Expo di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada 4 hingga 7 Juni 2026.
Dalam pameran tersebut, Arwana Ceramics menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian pengunjung dengan menampilkan beragam koleksi keramik terbaru untuk kebutuhan hunian, komersial, hingga proyek pembangunan berskala besar. Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu produsen keramik terbesar di Indonesia itu menghadirkan berbagai pilihan motif marmer, batu alam, hingga desain modern dengan tekstur yang disesuaikan kebutuhan pengguna.
Melalui booth pamerannya, Arwana memperkenalkan sejumlah koleksi unggulan dari lini keramik bertekstur kasar maupun permukaan licin. Koleksi seperti Richhill CM, Richhill GY, Flemington BN, dan Caiden GY menjadi sorotan karena menawarkan tekstur permukaan yang dirancang untuk meningkatkan keamanan pada area yang rentan basah atau licin.
Perwakilan Arwana Ceramics menjelaskan bahwa perbedaan utama antara produk bertekstur kasar dan permukaan licin terletak pada proses produksi, karakteristik material, serta fungsi penggunaannya. Keramik dengan tekstur kasar umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi karena menawarkan daya cengkeram yang lebih baik sehingga mengurangi risiko tergelincir.
“Warna dan kalau sudah kasar pasti sudah mahal. Ini lebih mahal dibandingkan yang licin,” ujar perwakilan Arwana Ceramics saat menjelaskan produknya kepada pengunjung pameran.
Harga keramik bertekstur kasar yang dipamerkan dibanderol mulai sekitar Rp60.000 per keping. Sementara itu, untuk koleksi dengan permukaan licin seperti Essence WT, Capella BL, Ovidia BL, dan Ovidia GY, harga yang ditawarkan relatif lebih ekonomis dengan selisih sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000 dibandingkan tipe kasar pada ukuran tertentu.
Solusi untuk Area Basah dan Ruang Outdoor
Selain mengedepankan aspek estetika, Arwana juga menyoroti fungsi keamanan dari produk-produk bertekstur kasar yang semakin banyak diminati konsumen. Jenis keramik ini direkomendasikan untuk area yang sering terkena air maupun ruang terbuka yang membutuhkan permukaan lebih aman.
Menurut pihak perusahaan, produk tersebut cocok diaplikasikan pada teras rumah, balkon, area toko, dapur, ruang cuci, hingga kamar mandi. Karakteristik anti licin menjadi nilai tambah yang penting, terutama untuk keluarga dengan anak-anak maupun lansia.
“Bisa untuk teras, toko, atau balkon. Bisa juga untuk daerah dapur dan tempat cuci. Kamar mandi juga bisa, Pak,” jelas perwakilan Arwana.
Kehadiran berbagai pilihan tekstur dan motif tersebut menunjukkan bagaimana industri keramik kini tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga kenyamanan dan keselamatan pengguna dalam aktivitas sehari-hari.
Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri
Selain menampilkan inovasi desain, Arwana juga menegaskan komitmennya terhadap industri nasional melalui tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sangat tinggi. Sebagian besar produk yang dipamerkan memiliki nilai TKDN rata-rata minimal 95 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif bagi Arwana, terutama di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri pada proyek konstruksi, properti, maupun pengadaan pemerintah.
Tingginya kandungan lokal tidak hanya mendukung rantai pasok industri nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan industri manufaktur, serta pengurangan ketergantungan terhadap bahan impor.
Dengan kombinasi desain modern, fitur keamanan, harga yang kompetitif, dan tingkat TKDN yang tinggi, Arwana Ceramics optimistis dapat terus memenuhi kebutuhan pasar properti Indonesia yang semakin berkembang. Kehadiran perusahaan dalam ajang Indonesia’s Integrated Building, Design & Property Ecosystem 2026 juga menjadi bukti bahwa industri keramik nasional mampu menghadirkan produk berkualitas yang bersaing di pasar domestik maupun internasional.

