SWARM Hadirkan Solusi AI Agentic untuk Credit Scoring dan Inklusi Keuangan

Depok, Stapo.id – Perusahaan teknologi finansial SWARM memperkenalkan solusi terbaru berbasis Agentic AI untuk kebutuhan credit scoring dan underwriting di AWS Connected Community yang berlangsung di Kempinski Ballroom Jakarta, Selasa (12/5). Teknologi ini dirancang untuk membantu sektor keuangan dan ritel mengambil keputusan kredit secara lebih cepat, akurat, dan efisien melalui pemanfaatan kecerdasan buatan berbasis data real-time.
CEO SWARM, Dexter, menjelaskan bahwa sistem yang mereka kembangkan memanfaatkan agen AI untuk menganalisis berbagai sumber data alternatif secara otomatis. Pendekatan tersebut memungkinkan lembaga keuangan melakukan proses penilaian kredit dan underwriting hanya dalam hitungan detik, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada metode penilaian konvensional.
“Agen AI kami menganalisis sumber data alternatif secara real-time untuk membuat keputusan pinjaman yang akurat dalam hitungan detik,” ujar Dexter dalam presentasinya di hadapan pelaku industri teknologi dan keuangan.
Menurutnya, penggunaan AI agentic menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan inklusi keuangan di era digital. Banyak masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan kredit formal karena keterbatasan riwayat keuangan atau data perbankan tradisional. Dengan memanfaatkan data alternatif dan analitik berbasis AI, SWARM ingin membuka peluang akses pembiayaan yang lebih luas tanpa mengabaikan aspek manajemen risiko.
SWARM menghadirkan dua kategori layanan utama dalam pengembangan teknologinya
Pertama adalah AI Agentic untuk sektor ritel yang berfungsi sebagai sistem multi-solusi bagi perusahaan besar dalam mengelola operasional dan pengambilan keputusan berbasis data. Kedua adalah AI Agentic untuk sektor keuangan yang difokuskan sebagai layanan konsultasi global sekaligus solusi teknologi underwriting dan credit scoring otomatis.
Teknologi ini dinilai mampu membantu institusi keuangan mengurangi potensi kredit bermasalah melalui proses analisis yang lebih mendalam dan transparan. Sistem AI dapat memproses data dalam jumlah besar secara cepat untuk menghasilkan rekomendasi keputusan kredit yang lebih presisi dibandingkan metode manual.
Selain mempercepat proses persetujuan pinjaman, solusi SWARM juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan pembiayaan dan perbankan digital. Dengan otomatisasi berbasis AI, perusahaan dapat memangkas waktu analisis, mengurangi beban administratif, serta meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Teknologi berbasis agen AI kini tidak hanya digunakan untuk otomatisasi layanan pelanggan, tetapi juga mulai memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis di industri keuangan.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, solusi seperti yang dikembangkan SWARM dinilai berpotensi mempercepat transformasi industri finansial menuju sistem yang lebih inklusif, adaptif, dan berbasis data. Pemanfaatan AI dalam credit scoring juga dipandang sebagai salah satu langkah untuk menjangkau masyarakat unbanked dan underbanked yang selama ini sulit memperoleh akses pembiayaan formal.
