Wisata Ramah Muslim Malaysia Hadir Di D-8 Halal Expo

Sumber Gambar: Islamic Tourism Centre (ITC_MY) Memperkenalkan Wisata Ramah Muslim di Halal Expo Indonesia (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Tren wisata ramah muslim kini memikat perhatian publik seiring meningkatnya kesadaran pelancong akan kebutuhan ibadah mereka.
Islamic Tourism Centre (ITC) Malaysia memanfaatkan momen berharga ini untuk mengenalkan standar destinasi halal mereka.
Mereka menghadiri pameran D-8 Halal Expo Indonesia 2026 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada 8 hingga 12 Juli 2026.
Nasuha, perwakilan dari ITC Malaysia, menjelaskan peran penting agensi pemerintah tersebut dalam mendukung ekosistem wisata global.
Standar Layanan Wisata Ramah Muslim Malaysia
Nasuha memaparkan bahwa pihak kementerian pariwisata Malaysia memberikan pengakuan resmi untuk akomodasi wisata ramah muslim.
Beberapa hotel seperti Lotus Masjid Jamek Kuala Lumpur, Hard Rock Johor Bahru, dan Palm Garden Putrajaya memegang rekognisi ini.
Pihak pengelola hotel harus menjamin kemudahan beribadah serta ketersediaan makanan bagi para tamu muslim.
“Contoh ciri-cirinya ialah tersedia makanan halal,” jelas Nasuha.
“Selain itu, untuk salat sudah tersedia arah kiblat yang sudah disertifikasi oleh mufti,” tambahnya.
“Jadi lebih mudah untuk umat muslim dan kita tidak ragu lagi untuk menginap,” pungkasnya.
Hotel Lotus Masjid Jamek Kuala Lumpur menawarkan tarif menginap mulai dari RM70 atau sekitar Rp280.000 per malam.
Wisatawan juga dapat memilih kamar deluxe double dengan tarif RM150 atau setara Rp600.000 per malam.
Destinasi Favorit dan Kelezatan Kuliner Malaysia
Wisatawan asal Indonesia menunjukkan minat tinggi pada beberapa kawasan populer seperti Genting Highlands dan Kuala Lumpur.
Mereka juga sering memilih Johor Bahru sebagai lokasi singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain.
Nasuha menyarankan para pelancong untuk menjelajahi wilayah Sabah, Sarawak, hingga pulau Penang yang eksotis.
Pulau Penang menjadi surga kuliner yang menyajikan beragam cita rasa masakan otentik Malaysia.
Nasuha mengajak warga Indonesia untuk mengunjungi berbagai destinasi menarik di Malaysia yang lokasinya sangat dekat.
“Memang mudah untuk datang ke sana,” tutur Nasuha.
“Harus sekali mencoba rasa makanan-makanan itu seperti nasi kandar dan nasi lemak,” pesan Nasuha.
“Itu benar-benar harus,” tambahnya.
Partisipasi Malaysia dalam pameran halal ini mempertegas komitmen mereka dalam melayani kebutuhan pelancong muslim secara optimal.
Langkah strategis ini berpotensi meningkatkan arus kunjungan wisatawan Indonesia yang mendambakan kenyamanan selama berlibur.
Kolaborasi pariwisata antarnegara ini tentu membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan Asia Tenggara.

