VKTR Dirikan Anak Usaha untuk Perkuat Rantai Pasok Baterai EV

Depok, Stapo.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memperluas strategi bisnis kendaraan listrik dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Indo Pacific Critical Minerals (IPCM). Perusahaan ini dibentuk untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia, khususnya melalui penguatan rantai pasok mineral kritis sebagai bahan baku baterai.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026, IPCM didirikan pada 14 Oktober 2026. Informasi tersebut disampaikan VKTR melalui kanal resmi hubungan investor perusahaan dan menjadi bagian dari strategi untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional secara lebih terintegrasi.
VKTR Kuasai 99 Persen Saham IPCM
Dalam struktur kepemilikannya, VKTR memegang 99% saham IPCM, sedangkan 1% sisanya dimiliki PT Bakrie Metal Industries. Perusahaan baru tersebut memiliki modal dasar sebesar Rp1 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp250 juta.
Komposisi tersebut menempatkan IPCM sebagai entitas yang dikendalikan VKTR. Pendirian perusahaan baru ini juga memperluas cakupan strategi VKTR, yang selama ini dikenal melalui bisnis kendaraan listrik komersial, termasuk bus dan truk listrik.
Manajemen VKTR menyampaikan bahwa IPCM diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral kritis dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok strategis Indonesia. Meski demikian, rincian proyek, jenis mineral yang akan menjadi fokus, serta rencana operasional IPCM belum dijelaskan secara terperinci dalam informasi yang tersedia.
Membuka Peluang Integrasi Industri Kendaraan Listrik
Menurut manajemen, keberadaan IPCM berpotensi membuka peluang sinergi di sepanjang rantai nilai kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Cakupan yang disebutkan meliputi manufaktur kendaraan komersial listrik, baterai, dan layanan pendukung.
Langkah ini juga dikaitkan dengan upaya memperkuat kapasitas manufaktur nasional dan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Penguatan rantai pasok bahan baku menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri baterai karena dapat membantu menghubungkan kebutuhan material dengan produksi komponen dan kendaraan listrik.
Namun, pendirian IPCM belum berarti VKTR telah memulai produksi mineral atau baterai melalui entitas tersebut. Realisasi bisnisnya masih perlu dilihat dari pengumuman lanjutan mengenai investasi, kegiatan operasional, mitra, dan proyek yang akan dijalankan.
Dengan pembentukan IPCM, VKTR memperluas arah pengembangan bisnis dari kendaraan listrik komersial menuju peluang integrasi rantai pasok. Perkembangan berikutnya akan menentukan sejauh mana langkah tersebut berkontribusi terhadap industri kendaraan listrik nasional.
