Tren Real Food Makin Populer, Tim Olivivero Memberi Edukasi Keberlanjutan

Sumber Gambar: Business Development Olivivero Francisca Natalie Bersama Olivivero (arsip stapo.id)
Depok, Stapo.id – Tren Real Food kini memikat perhatian masyarakat Indonesia pasca pandemi COVID-19 yang mengubah kesadaran kesehatan secara drastis. Fenomena ini memicu masyarakat untuk beralih dari obat farmasi ke produk kesehatan alami. Mereka memilih makanan asli untuk menjaga kebugaran tubuh sehari-hari.
Business Development Olivivero, Francisca Natalie, membagikan pandangan ini dalam acara D-8 Halal Expo Indonesia. Pameran ini berlangsung di Tenis Indoor Senayan, Jakarta (8-12 Juli 2026). Natalie melihat antusiasme pengunjung yang sangat tinggi terhadap produk kesehatan alami.
Menganalisis Proyeksi Pertumbuhan Tren Real Food
Natalie memaparkan data internal yang menunjukkan peningkatan minat konsumen yang sangat pesat. Pihaknya memproyeksikan pertumbuhan Tren Real Food akan terus melesat hingga masa yang akan mendatang. Meski demikian, ia memberi catatan penting mengenai pemahaman masyarakat tentang konsep pembangunan berkelanjutan.
Konsumen saat ini masih berfokus pada manfaat kesehatan pribadi semata. Mereka belum terlalu memikirkan dampak ekologis dari produk yang mereka beli. Hal ini menunjukkan tantangan besar dalam mengedukasi publik mengenai isu lingkungan hidup.
“Masyarakat kita masih sangat awam. Mereka cenderung hanya peduli dengan apa yang dirasakan saat ini,” ujar Natalie. Ia menegaskan pentingnya keselarasan antara manusia, alam, dan sektor industri secara seimbang. Kerusakan lingkungan yang parah tentu akan menurunkan kualitas hidup manusia itu sendiri.
“Jika kualitas makanan menurun, kualitas manusia pun ikut menurun hingga akhirnya bumi hancur. Semuanya sudah berkesinambungan,” tambahnya. Oleh karena itu, kesadaran ekologis harus tumbuh bersamaan dengan gaya hidup sehat. Sinergi ini akan menjaga bumi dari kerusakan jangka panjang yang mengancam generasi mendatang.
Langkah Nyata Olivivero Mendukung SDGs
Sebagai aksi nyata, Olivivero kini menerapkan edukasi lingkungan melalui kemasan produk mereka. Langkah ini mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya poin 12 (Responsible Consumption and Production) dan 15 (Life on Land). Mereka belajar dari pengalaman melayani konsumen asing di Bali yang sangat kritis terhadap sampah plastik.
Kini, Olivivero mengganti kantong plastik dengan tas jinjing berbahan kain kanvas yang ramah lingkungan. Strategi sederhana ini bertujuan memicu kebiasaan baru bagi konsumen lokal. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan sekitar kita.
“Mulai dari hal-hal sederhana itu, semoga muncul kebiasaan baru agar kita lebih sadar,” harap Natalie. “Minimal pada poin SDGs nomor 12 dan 15,” tambahnya. Upaya kecil ini membuktikan bahwa sektor bisnis mampu memimpin perubahan positif bagi bumi. Edukasi ramah lingkungan harus terus berjalan demi masa depan yang lebih hijau.
Langkah Olivivero ini membuktikan bahwa bisnis makanan sehat harus berjalan selaras dengan kelestarian alam. Edukasi yang konsisten akan membantu masyarakat memahami pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab. Melalui transisi kemasan ramah lingkungan, industri tidak hanya menjual kesehatan fisik tetapi juga menjaga ekosistem bumi.

