Gelar Matchaholic, Mahasiswa MICE PNJ Soroti Tren Matcha sebagai Gaya Hidup Sehat Gen Z

Depok, Stapo.id – Mahasiswa Program Studi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta sukses menggelar acara Matchaholic di Lippo Mall Nusantara pada 8 hingga 10 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kreativitas mahasiswa dalam menangkap fenomena meningkatnya popularitas matcha sebagai bagian dari gaya hidup sehat di kalangan Generasi Z.
Acara yang berlangsung meriah tersebut menghadirkan berbagai tenant minuman dan makanan berbahan dasar matcha. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Banyak tenant bahkan mengalami kehabisan stok karena tingginya minat masyarakat terhadap produk berbahan matcha yang ditawarkan selama acara berlangsung.
Relevansi Matcha dengan Gaya Hidup Sehat
Project Officer Matchaholic, Ruth Meideline, mengatakan tema matcha dipilih karena dianggap relevan dengan gaya hidup generasi muda saat ini yang mulai mengurangi konsumsi minuman tinggi gula. Menurutnya, matcha kini tidak hanya menjadi tren kuliner, tetapi juga identik dengan pola hidup sehat dan aktif.
“Matcha menjadi bahan dasar yang viral karena rasanya memang tidak terlalu manis. Selain itu, menurut beberapa ahli, matcha bagus untuk kesehatan, apalagi sekarang Gen Z sedang marak berolahraga seperti padel dan yoga,” ujar Ruth saat ditemui di lokasi acara.
Ia menjelaskan, nama Matchaholic sendiri terinspirasi dari tren di media sosial TikTok yang menunjukkan perubahan gaya hidup anak muda. Jika sebelumnya minuman beralkohol identik dengan gaya hidup modern, kini banyak generasi muda lebih memilih minuman berbahan matcha yang dianggap lebih sehat dan tetap menarik secara visual.
Kesuksesan Acara dan Antusiasme Pengunjung
Kesuksesan acara ini juga mendapat perhatian dari pihak pengelola mal. Ruth mengungkapkan bahwa pihak mal sempat mempertanyakan kondisi beberapa booth yang terlihat kosong. Namun setelah dicek, produk para tenant ternyata telah habis terjual atau sold out akibat tingginya jumlah pengunjung.
“Pihak mal Lippo bahkan sampai bertanya kepada saya mengapa booth-nya sudah sepi dan kosong, padahal ternyata produknya memang sudah habis atau sold out,” katanya.
Selain menjadi ajang pameran kuliner, Matchaholic juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengurangi konsumsi gula berlebih. Ruth berharap matcha murni atau pure matcha dapat semakin dikenal karena memiliki cita rasa alami tanpa tambahan gula berlebihan.
Ia juga berharap acara Matchaholic dapat kembali diselenggarakan pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar. Menurutnya, tren gaya hidup sehat berbasis konsumsi minuman alami masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang di kalangan Gen Z hingga generasi berikutnya.
“Harapan saya, matcha bisa terus dijadikan gaya hidup bagi Gen Z hingga generasi Alpha dan Beta nantinya. Pure matcha tidak terlalu manis dan bahkan tidak menggunakan gula sama sekali. Semoga Matchaholic bisa kembali hadir tahun depan,” tutup Ruth.
